KHUTBAH JUMAT | Tahun Baru Islam Momentum Hijrah Hakiki
Hal itu dilakukan meskipun tidak diketahui bulan kehadirannya itu karena sejarah itu sebenarnya merupakan awal tahun. Sebagian sahabat berkata pada Umar: Mulailah penanggalan itu dengan masa kenabian. Sebagian berkata: Mulailah penanggalan itu dengan waktu hijrahnya Nabi. Umar berkata: Hijrah itu memisahkan antara yang hak (kebenaran) dan yang batil, oleh karena itu jadikanlah hijrah itu untuk menandai kalender awal tahun hijriah.
Setelah para sahabat sepakat mengenai peristiwa hijrah dijadikan sebagai awal penanggalan Islam, ada sebagian yang berpendapat bahwa untuk awal bulan Hijriah itu dimulai dengan bulan Ramadan. Tetapi Umar Radliyallahu Anh berpendapat agar dimulai dengan bulan Muharam. Hal tersebut karena Muharam merupakan masa selesainya umat Islam dari menunaikan haji.
Lalu disepakatilah tahun baru Hijriah itu dimulai dengan bulan Muharam. Ibn Hajar dalam kitab Fath al-Bârî, syarah kitab Shahîh al-Bukhârî mengatakan bahwa sebagian sahabat menghendaki awal tahun baru Islam dimulai dengan hijrahnya Nabi sudahlah tepat. Ia melanjutkan, ada empat hal atau pendapat yang mungkin dapat dijadikan sebagai awal penanggalan Islam, yaitu masa kelahiran Nabi (maulid al-Nabi), masa diutusnya Nabi, masa hijrahnya Nabi, dan masa wafatnya Nabi.
Tetapi pendapat yang diunggulkan adalah menjadikan awal tahun baru itu dimulai dengan Hijrah karena masa maulid dan masa kenabian itu keduanya tidaklah terlepas dari kontradiksi atau pertentangan pendapat dalam menentukan tahun.
Adapun waktu wafatnya Nabi banyak tidak dikehendaki para sahabat untuk dijadikan sebagai awal tahun karena justru menjadikan kesedihan bagi umat.
Jadi kemudian pendapat dan pilihan itu jatuh pada peristiwa hijrah. Kemudian mengenai tidak dipilihnya bulan Rabiul Awal sebagai awal tahun tetapi justru dipilih bulan Muharam karena awal komitmen berhijrah itu ada pada bulan Muharam sehingga cocoklah hilal atau awal bulan Muharam itu dijadikan sebagai awal tahun baru Islam.
Menurut satu pendapat, ada banyak hikmah dipilihnya peristiwa hijrah sebagai penanda kalender Islam yakni tahun baru hijriah. Di antaranya adalah dengan peristiwa hijrah itu, umat Islam mengalami pergeseran dan peralihan status dari umat yang lemah kepada umat yang kuat. Juga dari perceraiberaian atau perpecahan kepada kesatuan negara. Termasuk dari siksaan yang dihadapi mereka dalam mempertahankan agama kepada dakwah dengan hikmah dan penyebaran agama.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!