KHUTBAH JUMAT | Mengejar Kebahagiaan Hakiki

ED
Jumat, 30 Agustus 2024 | 06:37 WIB
Bagikan
KHUTBAH JUMAT |  Mengejar Kebahagiaan Hakiki

Hadirin rahimakumullah

Walhasil, demi meraih tujuan hakiki, kita harus mampu menyingkirkan sifat-sifat kebinatangan, sifat-sifat kesetanan, serta berbagai rintangan dunia, makhluk, nafsu dan setan.

Di saat yang sama, kita kembangkan potensi-potensi baik, sifat-sifat terpuji, dan sifat-sifat kemalaikatan. Tinggalkan kebahagiaan hewani dan kejar kebahagiaan hakiki.     Kebahagiaan hewani terletak pada makan, minum, tidur, dan kawin. Sementara kebahagiaan hakiki terletak pada menyaksikan keindahan hadirat Allah. Ikutilah tujuan para malaikat.

Berusahalah mengetahui jati diri agar bisa mengenal Allah dan berhasil menggapai kebahagiaan yang hakiki nan abadi di akhirat.    Sebab, kebahagiaan yang hakiki berada di sisi Dzat Yang Abadi, menyaksikan keagungan dan keindahan-Nya tanpa penghalang apa pun. Pada saat yang sama, kita harus berusaha mengenali sifat-sifat yang dominan pada diri kita, membebaskan diri dari sifat-sifat hewani, dan menjauhkan diri dari tipu daya nafsu dan amarah, serta mendekatkan diri dengan sifat-sifat ketuhanan.

Namun, hal ini jangan dipahami bahwa kita tidak boleh makan, minum, tidur, dan kawin dengan pasangan, melainkan menjadikan nafsu sebagai tahanan kita, bukan kita yang menjadi tawanannya. Sebab, Allah menciptakan nafsu untuk melestarikan kehidupan kita, bukan untuk menghancurkan kehidupan kita.

Maka jadikanlah nafsu di belakang kita, bukan di depan kita. Jadikan nafsu sebagai kendaraan kita mencapai tujuan, bukan untuk menggagalkan tujuan.    Setibanya di tujuan, letakkanlah kembali nafsu pada tempatnya, yakni di bawah kendali  makrifat, hati, dan akal sehat kita. Fokus pada tempat dan sumber kebahagiaan, yakni Allah swt. Sebab, itulah tempat kebahagiaan hakiki dan abadi.

Siapapun yang menginginkan kebahagiaan itu haruslah mengetahui hakikat dirinya dan makrifat kepada tuhannya. Demikian penjelasan tentang kunci makrifat kepada Allah dan kebahagiaan hakiki sebagaimana yang dijelaskan oleh Imam Al-Ghazali dalam kitab Kimiya-us Sa‘adah, halaman 124).

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.