KHUTBAH JUMAT | Mengejar Kebahagiaan Hakiki
Sidang jumah yang dimuliakan Allah
Kebahagiaan kita selaku manusia tentu tak sekedar kebahagiaan dunia. Tetapi juga jauh dari itu, kita harus mengejar kebahagiaan hakiki dan abadi di akhirat, yakni meraih kedekatan dengan Penciptanya di dalam negeri keridhaan-Nya. Namun, perlu diingat kita tidak akan meraih kebahagiaan hakiki itu hingga kita makrifat atau mengenal siapa sesungguhnya Tuhan kita melaui tanda-tanda kebesaran-Nya.
Marilah kita perhatikan firman Allah dalam Al-Quran:
سَنُرِيهِمۡ ءَايَٰتِنَا فِي ٱلۡأٓفَاقِ وَفِيٓ أَنفُسِهِمۡ حَتَّىٰ يَتَبَيَّنَ لَهُمۡ أَنَّهُ ٱلۡحَقُّۗ أَوَلَمۡ يَكۡفِ بِرَبِّكَ أَنَّهُۥ عَلَىٰ كُلِّ شَيۡءٖ شَهِيدٌ
Artinya, “Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di seluruh penjuru bumi dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Al-Quran itu adalah benar. Tadak cukupkah bahwa Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu?” (Surat Fushilat ayat 53).
Ini artinya, kunci mengenal Allah adalah mengenal tanda-tanda kekuasaan-Nya, baik yang ada di jagat raya maupun yang ada pada diri kita itu sendiri.
Hadirin rahimakumullah
Menurut Imam Al-Qurthubi dalam kitab Al-Jami' li Ahkamil Quran, juz II, halaman 289, melalui ayat di atas, Allah hendak memperlihatkan tanda-tanda keesaan dan kekuasaan-Nya, baik yang tampak kasat mata di seantero cakrawala, maupun yang ada pada diri kita manusia.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!