KHUTBAH JUMAT | Mengejar Kebahagiaan Hakiki
Artinya, “Siapa saja yang mengenal dirinya, maka dia akan mengenal Tuhannya.”
Sidang Jumah yang dirahmati
Allah Makanya, bagi kita selaku muslim, wajib sampai pada hakikat ini, agar kita tak kehilangan arah dan tujuan hidup, agar kita bisa menentukan dari mana diri kita berasal, dari apa kita tercipta, sedang di mana kita berada, mau apa kita di dunia? Apakah ingin bahagia atau ingin celaka? Jika ingin bahagia, kapan dan di mana? Kebahagiaan seperti apa yang kita dambakan? Dan bagaimana cara meraihnya? Jawabannya, kita berasal dari Allah, tercipta dari tanah, sekarang kita sedang berada di dunia, diciptakan untuk beribadah kepada Allah, saat ajal datang kita akan mati dan kembali kepada Allah, orientasi ibadah untuk meraih rida-Nya serta kebahagiaan, tidak hanya kebahagiaan dunia, tetapi juga kebahagiaan hakiki nan abadi di akhirat, diraih dengan cara menjadi hamba Allah yang sesungguhnya, melalui taat pada perintah-perintah-Nya dan menjauhi larangan-larangan-Nya.
Jika kita sudah mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas, setidaknya kita sudah mampu menyelesaikan satu masalah, yaitu menentukan haluan dan orientasi hidup kita yang hakiki.
Namun ingat, dalam perjalannnya, kita juga harus sadar bahwa halangan dan rintangan akan selalu ada. Mulai rintangan dunia, makhluk, nafsu, hingga setan, akan selalu ada. Belum lagi rintangan potensi buruk yang ada dalam diri kita, seperti yang diungkap Allah dalam Al-Quran:
فَأَلْهَمَها فُجُورَها وَتَقْواها
Artinya, "Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu kefasikan dan ketakwaannya". (Surat As-Syams ayat 8).
Artinya, selain memiliki tujuan baik, potensi baik, serta sifat-sifat terpuji, kita juga memiliki potensi buruk, sifat-sifat kehewanan, serta sifat-sifat tercela, yang harus kita singkirkan dan kita kalahkan agar tidak menghalangi perjalanan mulia kita menghadap Allah swt.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!