Tiga Striker Berebut Gelar MVP ASEAN Hyundai Cup 2026 27 Aug 2026 Herman: Pramuka Jabar Harus Cetak Generasi Pancawaluya 27 Aug 2026 CBN dan Alibaba Cloud Percepat Adopsi AI di Indonesia 27 Aug 2026 Studi FedEx-JA: 99 Persen Anak Muda Indonesia Ingin Lebih Siap Kerja 27 Aug 2026 Cuaca Bandung 27 Agustus 2026, Hujan Ringan Berpotensi Turun di Sejumlah Wilayah 27 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Cimahi Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Bandung Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Bandung Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Jadwal Sholat DKI Jakarta Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Tiga Striker Berebut Gelar MVP ASEAN Hyundai Cup 2026 27 Aug 2026 Herman: Pramuka Jabar Harus Cetak Generasi Pancawaluya 27 Aug 2026 CBN dan Alibaba Cloud Percepat Adopsi AI di Indonesia 27 Aug 2026 Studi FedEx-JA: 99 Persen Anak Muda Indonesia Ingin Lebih Siap Kerja 27 Aug 2026 Cuaca Bandung 27 Agustus 2026, Hujan Ringan Berpotensi Turun di Sejumlah Wilayah 27 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Cimahi Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Bandung Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Bandung Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Jadwal Sholat DKI Jakarta Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026

KHUTBAH JUMAT | Lima Unsur Penyeimbang Hidup

ED
Jumat, 10 April 2026 | 08:55 WIB
Bagikan
KHUTBAH JUMAT | Lima Unsur Penyeimbang Hidup

Dan yang tertinggi adalah nafsu yang tenang (muthmainnah), yang sudah selaras dengan kebaikan dan ketenangan hati. Tugas kita adalah menaikkan derajat nafsu itu. Dari yang liar menjadi terkendali. Dari yang serakah menjadi qana’ah. Dari yang mengikuti dunia menjadi menuju akhirat. Allah berfirman dalam surat al-Fajr ayat 27-30:

يَا أَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَئِنَّةُ . ارْجِعِي إِلَىٰ رَبِّكِ رَاضِيَةً مَرْضِيَّةً . فَادْخُلِي فِي عِبَادِي . وَادْخُلِي جَنَّتِي

Artinya: "Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang ridha lagi diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam jama´ah hamba-hamba-Ku. Masuklah ke dalam surga-Ku," (QS. Al-Fajr 27 - 30).

Ketiga adalah akal atau cipto.  Akal berfungsi sebagai alat untuk memahami, menimbang, dan mengambil keputusan. Akal yang digunakan secara baik akan membantu seseorang dalam membedakan yang tepat dan yang keliru, serta mendorong sikap terbuka terhadap ilmu pengetahuan. Al-Qur’an berulang kali mendorong manusia untuk menggunakan akal. Hal ini tampak dalam ungkapan afalā ta‘qilūn (apakah kamu tidak berpikir?) dan ulul albab (orang-orang yang berakal).

Pesan ini menegaskan betapa pentingnya berpikir dan merenung. Kita diajak untuk membaca tanda-tanda kebesaran Allah, memahami makna di balik setiap peristiwa, serta menggunakan akal untuk membedakan kebenaran dan merencanakan masa depan dengan bijak Dalam Al-Qur'an, surat Ali Imran ayat 190, Allah berfirman;

اِنَّ فِيْ خَلْقِ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَاخْتِلَافِ الَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَاٰيٰتٍ لِّاُولِى الْاَلْبَابِۙ

Artinya; "Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang berakal".

Keempat adalah hati atau roso, pusat rasa dan kesadaran batin yang mengatur emosi, kepekaan, dan nilai-nilai moral.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.