Herman: Pramuka Jabar Harus Cetak Generasi Pancawaluya 27 Aug 2026 CBN dan Alibaba Cloud Percepat Adopsi AI di Indonesia 27 Aug 2026 Studi FedEx-JA: 99 Persen Anak Muda Indonesia Ingin Lebih Siap Kerja 27 Aug 2026 Cuaca Bandung 27 Agustus 2026, Hujan Ringan Berpotensi Turun di Sejumlah Wilayah 27 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Cimahi Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Bandung Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Bandung Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Jadwal Sholat DKI Jakarta Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Jadwal Sholat Kabupaten Bandung Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Herman: Pramuka Jabar Harus Cetak Generasi Pancawaluya 27 Aug 2026 CBN dan Alibaba Cloud Percepat Adopsi AI di Indonesia 27 Aug 2026 Studi FedEx-JA: 99 Persen Anak Muda Indonesia Ingin Lebih Siap Kerja 27 Aug 2026 Cuaca Bandung 27 Agustus 2026, Hujan Ringan Berpotensi Turun di Sejumlah Wilayah 27 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Cimahi Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Bandung Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Bandung Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Jadwal Sholat DKI Jakarta Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Jadwal Sholat Kabupaten Bandung Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026

KHUTBAH JUMAT | Korupsi (Ghulul)

ED
Jumat, 8 Mei 2026 | 04:52 WIB
Bagikan
KHUTBAH JUMAT | Korupsi (Ghulul)

Ilustrasi. /visi.news/ai

Imam al-Mawardi di dalam al-Ahkam as-Sulthaniyah halaman 51 mengatakan, "Kekuasaan adalah amanah, dan penggunaannya harus terbatas pada kemaslahatan. Jika dialihkan dari itu, maka itu adalah pengkhianatan."

Keterangan beliau menunjukkan bahwa kekuasaan yang diamanahkan mesti diorientasikan untuk keperluan bersama. Sebab peradaban yang baik hanya bisa dibangun dengan pemangku kebijakan yang amanah, yang hanya memikirkan kebutuhan sekaligus yang terbaik buat umat manusia.

Karenanya, korupsi pada sejatinya memiliki dampak yang sangat luas. Korupsi tidak hanya merugikan satu atau dua orang, tetapi juga bisa menyengsarakan masyarakat secara keseluruhan. Dana yang seharusnya digunakan untuk pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan kesejahteraan rakyat, misalnya, justru hilang atau setidaknya berkurang karena diselewengkan.

Di sinilah letak mengapa korupsi dapat disebut sebagai kejahatan luar biasa (extraordinary crime). Perbuatan tersebut melibatkan kekuasaan yang dipangku, merugikan banyak pihak, dan berdampak jangka panjang. Bahkan sering kali, akibatnya tidak langsung terlihat, tetapi perlahan merusak sendi-sendi kehidupan.

Ma’asyiral Muslimin Hafizakumullah

Korupsi sering kali dimulai dari hal kecil, di antaranya memanfaatkan jabatan, mengambil sedikit demi sedikit, atau mencari celah dalam sistem. Namun, yang kecil itu jika dibiarkan akan menjadi besar. Perbuatan kecil tersebut, jika dilakukan oleh ribuan orang, akan dianggap biasa, bahkan dinormalisasi menjadi budaya. Ketika sudah menjadi budaya, sulit untuk diberantas.

Karena itu, pencegahan korupsi harus dimulai dari kesadaran pribadi. Setiap kita harus bertanya pada diri sendiri, apakah kita sudah menjaga amanah dengan benar. Apakah kita jujur dalam pekerjaan kita? Apakah kita mengambil sesuatu yang bukan hak kita, walaupun kecil?

Kita harus mengingat bahwa harta yang haram tidak akan membawa keberkahan. Mungkin harta tersebut bertambah secara jumlah, tetapi pasti mengurangi ketenangan. Mungkin harta tersebut terlihat menguntungkan, tetapi pada akhirnya membawa kerugian yang besar, baik di dunia maupun di akhirat nanti.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.