KHUTBAH JUMAT | Kesalehan Sosial dari Shalat
Khutbah Pertama
الْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى أُمُوْرِ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالتَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلىَ يَوْمِ الدِّيْنِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا الله وَحْدَه لَاشَرِيْكَ لَهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ اْلمُبِيْن. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَـمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صادِقُ الْوَعْدِ اْلأَمِيْن. أَمَّا بَعْدُ فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ. اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى: سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,
Pada kesempatan yang penuh berkah ini, khatib mengajak jamaah sekalian, wabil khusus kepada diri khatib sendiri untuk senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah ta'ala dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi seluruh larangan-Nya. Salah satu perintah Allah yang wajib kita laksanakan adalah perintah menjalankan ibadah shalat yang merupakan ‘oleh-oleh’ paling berharga dari perjalanan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW.
Perlu kita lebih sadari lagi bahwa shalat bukan hanya menjadi tiang agama, tetapi juga menjadi sarana membentuk karakter dan menguatkan hubungan kita dengan Allah ta'ala. Karena itu, peringatan Isra Mi’raj di bulan Rajab ini seharusnya tidak berhenti pada seremonial dan cerita perjalanan Nabi semata, melainkan menjadi momentum untuk memperbaiki kualitas shalat kita.
Shalat yang benar dan khusyuk sejatinya akan melahirkan dampak nyata dalam kemaslahatan sosial. Nilai-nilai kedisiplinan, kejujuran, kesetaraan, dan kepedulian yang terkandung dalam shalat akan tercermin dalam sikap dan perilaku kita di tengah masyarakat. Shalat yang baik dan benar akan mencegah kerusakan dan kemungkaran di tatanan kehidupan sosial.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!