KHUTBAH JUMAT | Kembali kepada Allah
Di antara Langkah-langkah setan media atau jaringan internet. Ini semua bisa menjadi jalan-jalan setan untuk menjatuhkan manusia dalam kubangan dosa. Ia bisa mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat. Terkadang internet dengan sosial medianya tidak terasa membuat orang berjalan begitu jauh. Tiba-tiba ia kaget sudah melangkah demikian jauh dan masuk begitu dalam.
Demi Allah, kita harus berhati-hati dan bijak dalam menggunakan internet. Karena mewaspadai dan melakukan pencegahan, itu lebih mudah daripada melakukan pengobatan.
Keempat: mengingat bahwasanya kita diawasi Allah dan mengingat nikmat-nikmat Allah.
Di antara bentuknya, kita mengingat bahwa mata ini Allah lah yang membuantya mampu melihat. Dan ini adalah nikmat dari Allah. Tangan ini yang kita gerakkan. Kita gunakan untuk mengambil dan memberi, ini adalah nikmat dari Allah. Demikian juga dengan kaki yang kita gunakan untuk berjalan, ini juga pemberian Allah. Dengan demikian, sepantasnyalah kita bertakwa kepada Allah yang Maha Melihat kita, mengawasi kita, lalu kita bermaksiat dengan nikmatnya itu?
Demi Allah, seandainya Allah mau, Dia mampu menghilangkannya dari kita sehingga kita tidak mampu menggunakan fungsi dari indera dan organ tersebut. Kita juga ingat anggota badan kita yang lain juga merupakan nikmat Allah. Hendaknya kita menggunakannya dalam rangka menaati Allah dan menjauhi hal-hal yang Dia larang.
Dan salah satu bentuk makar kepada Allah adalah melanjutkan bermaksiat kepada Allah, lalu berharap kebaikan di akhirat. Ibnu Abi Hatim menukil ucapan salah seorang salaf, yakni Ismail bin Rafi’ rahimahullah:
من الأمن من مكر الله إقامة العبد على معصية الله وهو يرجو مغفرة الله
“Termasuk bentuk aman dari makar Allah adalah seseorang terus bermaksiat kepadanya sambil terus berharap ampunannya.”
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!