KHUTBAH JUMAT | Kembali kepada Allah
“Setan itu memberikan janji-janji kepada mereka dan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka, padahal syaitan itu tidak menjanjikan kepada mereka selain dari tipuan belaka.”
Dan betapa banyak kaum muslimin terpedaya juga dengan panjang angan-angan, menunda-nunda, seolah kematian itu ada waktu tentunya. Padahal betapa sering kita melihat si pemutus kelezatan ini menyambar orang selain kita tanpa ada waktu penentu.
Bahkan tanpa pengantar sakit. Tanpa sebab. Tanpa bisa ditebak kapan. Bisa jadi di malam hari, siang, atau pagi. Bisa jadi di kendaraan atau di tempat tidur. Bisa tatkala bersama keluarga atau dalam keadaan sepi. Bisa dalam keadaan sedang takut kepada Allah. Bisa juga dalam kondisi lalai.
Oleh karena itu, wajib bagi kita bertakwa kepada Allah. Dan mengambil pelajaran dari yang menimpa orang selain kita. Allah Ta’ala berfirman,
وَأَنْفِقُوا مِنْ مَا رَزَقْنَاكُمْ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَ أَحَدَكُمْ الْمَوْتُ فَيَقُولَ رَبِّ لَوْلا أَخَّرْتَنِي إِلَى أَجَلٍ قَرِيبٍ فَأَصَّدَّقَ وَأَكُنْ مِنْ الصَّالِحِينَ
“Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata: “Ya Rabb-ku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh?”
Kedua: Mengingat Akhirat
Demi Allah, sebagaimana kita sekarang sedang mengalami kehidupan dunia, esok hari juga kita akan mengalami kehidupan akhirat. Kita akan dibangkitkan pada hari kiamat dalam keadaan tanpa alas kaki, telanjang, dan belum dikhitan. Demi Allah, itu benar-benar akan terjadi. Allah Taala berfirman,
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!