KHUTBAH JUMAT | Kembali kepada Allah
Kematian adalah akhir dari perjalanan dunia bagi setiap orang. Kematian adalah pemutus kelezatan. Membuat seseorang berpisah dari keluarga dan kerabatnya. Sebagaimana kematian telah menjemput sebagian dari kita, pasti dia juga akan mendatangi kita. Kita tidak tahu kapan pemutus kelezatan itu datang. Allah Azza wa Jallah berfirman,
كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنْ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلاَّ مَتَاعُ الْغُرُورِ
“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.”
Renungkan juga firman Allah Taala berikut ini:
وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلاَّ مَتَاعُ الْغُرُور
“Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.”
Ibnul Jauzi rahimahullah mengatakan, “Seorang yang mukmin dan kafir semua meyakini pastinya kematian. Namun orang kafir terpedaya dengan panjang angan-angan. Sebagaimana firman Allah Taala,
يَعِدُهُمْ وَيُمَنِّيهِمْ وَمَا يَعِدُهُمْ الشَّيْطَانُ إِلاَّ غُرُوراً
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!