KHUTBAH JUMAT: Jaga Hati dari Iri atas Nikmat Orang Lain
Ilustrasi./visi.news/ist.
Penjelasan ini sebagaimana disampaikan oleh Syekh Syihabuddin Mahmud al-Alusi, dalam kitab Ruhul Ma’ani fi Tafsiril Qur’anil Azim was Sab’il Matsani, jilid XII, halaman 306:
وَلاَ تَمُدَّنَّ عَيْنَيْكَ، أَيْ لَا تُطِلْ نَظْرَهُمَا بِطَرِيْقِ الرُّغْبَةِ وَالْمَيْلِ. إِلَى مَا مَتَّعْنَا بِهِ، مِنْ زَخَارِفِ الدُّنْيَا كَالْبَنِيْنَ وَالْأَمْوَالِ وَالْمَنَازِلِ وَالْمَلَابِسِ وَالْمَطَاعِمِ
Artinya, “Janganlah sekali-kali engkau tunjukan pandangan matamu, maksudnya janganlah engkau terlalu lama memandang dengan penuh keinginan dan ketertarikan, pada kenikmatan yang telah Kami anugerahkan, berupa berbagai perhiasan dunia, seperti anak-anak, harta, rumah, pakaian, dan aneka makanan.”
Ma’asyiral Muslimin jamaah Jumat yang dirahmati Allah
Jika demikian adanya, lalu bagaimana cara menjaga hati agar tidak mudah terjangkit iri ketika melihat berbagai kenikmatan yang Allah berikan kepada orang lain?
Lantas, bagaimana caranya agar kita bisa menjaga hati kita dari sifat iri disebabkan nikmat yang dimiliki orang lain? Jawabannya adalah dengan mengatur cara pandang kita. Rasulullah dalam salah satu riwayat mengajarkan kepada kita semua, bahwa dalam hal dunia, hendaklah kita melihat orang yang kondisinya di bawah kita. Karena dengannya, hati kita akan mudah bersyukur kepada Allah.
Dalam sebuah riwayat yang berasal dari sahabat Abu Hurairah, Rasulullah saw bersabda:
انْظُرُوا إِلَى مَنْ هُوَ أَسْفَلَ مِنْكُمْ وَلَا تَنْظُرُوا إِلَى مَنْ هُوَ فَوْقَكُمْ فَإِنَّهُ أَجْدَرُ أَنْ لَا تَزْدَرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ
Artinya, “Pandanglah orang lebih rendah dari kalian, dan janganlah kalian memandang orang yang berada di atas kalian. Hal itu lebih pantas, agar kalian tidak meremehkan nikmat Allah.” (HR. Ahmad).
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!