KHUTBAH JUMAT | Dari Musibah Menuju Muhasabah
Sebagaimana hal ini diterangkan oleh At-Thabari dalam kitab Jami’ul Bayan, jilid 23, halaman 299:
وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ)، يَقُولُ: وَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَا قَدَّمَ لِيَوْمِ الْقِيَامَةِ مِنَ الْأَعْمَالِ، أَمِنَ الصَّالِحَاتِ الَّتِي تُنْجِيهِ، أَمْ مِنَ السَّيِّئَاتِ الَّتِي تُوبِقُهُ؟
Artinya: “(Dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah dipersiapkannya untuk hari esok) Maksudnya ialah, hendaklah setiap orang di antara kalian meneliti apa yang telah ia persiapkan untuk hari Kiamat berupa amal perbuatan; apakah berupa amal-amal saleh yang dapat menyelamatkannya, ataukah perbuatan-perbuatan buruk (seperti merusak alam) yang justru membinasakannya.”
Jamaah kaum muslimin yang dirahmati oleh Allah,
Setelah kita menyadari bahwa musibah bencana alam ini merupakan akibat dari campur tangan kita sebagai manusia dan berintrospeksi diri akan hal tersebut, maka selanjutnya kita berkewajiban untuk bertobat secara kolektif. Usaha untuk bertobat secara kolektif ini pun diperintahkan oleh Allah Swt, sebagai suatu keharusan, yang wajib kita lakukan setelah melakukan hal-hal yang tidak baik atau tercela. Sebagaimana tercantum dalam QS. An-Nur ayat 31:
وَتُوْبُوْٓا اِلَى اللّٰهِ جَمِيْعًا اَيُّهَ الْمُؤْمِنُوْنَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ
Artinya: “Bertobatlah kamu semua (secara kolektif) kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, agar kamu beruntung.”
Jamaah kaum muslimin yang dirahmati oleh Allah,
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!