KHUTBAH JUMAT | Dari Musibah Menuju Muhasabah
ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ)، كَالْجَدْبِ وَالْمَوْتَانِ، وَكَثْرَةِ الْحَرْقِ وَالْغَرَقِ، وَإِخْفَاقِ الْغَوَّاصَةِ، وَمَحْقِ الْبَرَكَاتِ، وَكَثْرَةِ الْمَضَارِّ، أَوِ الضَّلَالَةِ وَالظُّلْمِ
Artinya: “(Telah tampak kerusakan di darat dan di laut) seperti kekeringan, merebaknya kematian, maraknya kebakaran dan tenggelam (banjir), gagalnya para penyelam (mencari hasil laut), lenyapnya keberkahan, serta banyaknya kemudaratan; atau (kerusakan itu berupa) kesesatan dan kezaliman.”
Jamaah kaum muslimin yang dirahmati oleh Allah,
Karena musibah bencana alam yang terjadi di lingkungan hidup kita ini murni ada campur tangan perbuatan kita, maka sepantasnya-lah kita bermuhasabah dan mengintrospeksi diri secara konkret. Supaya tidak ada lagi korban jiwa yang muncul karena keserakahan kita. Sebab sebagai orang yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir, kita diperintahkan untuk senantiasa bermuhasabah dan introspeksi diri. Sebagaimana hal ini dijelaskan dalam Al-Qur’an Surat Al-Hasyr ayat 18:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌ ۢبِمَا تَعْمَلُوْنَ
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat). Bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.”
Jamaah kaum muslimin yang dirahmati oleh Allah,
Al-Qur'an Surat Al-Hasyr ayat 18 ini adalah landasan yang paling tepat untuk kita jadikan sebagai acuan dalam berintrospeksi diri. Terutama segala hal yang menjadi pemicu musibah bencana alam. Karena dalam ayat ini juga, tidak semata-mata kita diperintahkan untuk bermuhasabah dalam urusan amal saleh, tapi berkaitan pula terhadap kesalahan dan dosa yang telah kita perbuat.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!