KHUTBAH JUMAT | Memperbaiki Hati
Ibadallah,
Khatib mewasiatkan kepada diri khatib pribadi dan jemaah sekalian agar bertakwa kepada Allah. Karena tidak ada kebahagiaan kecuali denga ketakwaan. Tidak ada kesuksesan kecuali dengan menaati Allah Tuhan kita semua.
Ketahuilah! Menaati Allah itu sebaik-baik aktivitas, usaha, dan pekerjaan yang dilakukan seseorang. Mendapatkan rida-Nya adalah keberuntungan besar dan cita-cita yang tinggi. Dan ketauhilah! Surga itu diliputi dengan hal-hal yang dibenci sementara neraka dikelilingi oleh hal-hal yang menarik hawa nafsu.
Dan balasan dari usaha tersebut akan disempurnakan nanti pada hari kiamat. siapa yang diselamatkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka dia adalah orang yang sukses.
Ayyuhannas,
Hati adalah wadah kebaikan dan keburukan dalam diri manusia. Ia juga menjadi titik inti keimanan dan kekufuran. Hati adalah pimpinan anggota badan karena dialah yang mengarahkan. Ia juga merupakan perangkat akal yang menyempurnakan pengetahuan.
Oleh karena itu, baiknya hati baik pula anggota badan lainnya. Dan rusaknya hati, rusak pula anggota badan lainnya. Dari Nu’man bin Basyir radhiallahu ‘anhuma, ia berkata, aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
أَلَا وَإِنَّ فِي الجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلُحَتْ صَلُحَ الجَسَدُ كُلُّهُ وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الجَسَدُ كُلُّهُ أَلَا وَهِيَ القَلْبُ
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!