KHUTBAH JUMAT | Memperbaiki Hati
Al-Miqdad berkata, “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Sungguh hati anak Adam itu sangat cepat bergonta-ganti kondisi. Lebih cepat dari pada getaran tutup panic ketika airnya mendidih.” (HR Ahmad 23279).
Dan dalam bahasa Arab manusia disebut insan karena memiliki sifat nisyan. Yaitu lupa. Sementara hati disebut qalbu karena mudah yataqallabu, yaitu berbolak-balik.
Ibadallah,
Allah menguji hati seseorang saat berada dalam kondisi sedang diuji dan mengalami musibah. Siapa yang di dalam hatinya terdapat ketulusan kepada Allah dan kejujurannya dalam bergantung kepada Allah, maka Allah akan membuatnya bahagia di dunia dan akhirat. Allah Ta’ala berfirman,
يُثَبِّتُ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ بِٱلْقَوْلِ ٱلثَّابِتِ فِى ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا وَفِى ٱلْءَاخِرَةِ وَيُضِلُّ ٱللَّهُ ٱلظَّٰلِمِينَ وَيَفْعَلُ ٱللَّهُ مَا يَشَآءُ
“Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat; dan Allah menyesatkan orang-orang yang zalim dan memperbuat apa yang Dia kehendaki.”
Ya Allah, Engkaulah yang mengarahkan hati. Arahkanlah hati kami pada ketaatan kepada-Mu. Wahai yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hati kami hingga kematian menjemput kami.
Ibadallah,
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!