Kewalahan oleh Berita? Cobalah 'Pelatihan Welas Asih'

ED
Jumat, 5 April 2024 | 06:56 WIB
Bagikan
Kewalahan oleh Berita? Cobalah 'Pelatihan Welas Asih'

Keinginan untuk menghindari penderitaan orang lain dapat dimengerti. Namun dalam praktiknya hal tersebut sulit dicapai.

Manusia rentan terhadap penyakit, cedera, kecelakaan dan bentuk penderitaan lainnya. Menghindari memikirkan penderitaan orang lain berarti seseorang mungkin tidak siap menghadapi krisis nyata yang memerlukan tindakan. Beberapa orang telah berhenti membaca berita karena mereka merasa berita tersebut mengarah pada perasaan putus asa, tidak berdaya, dan perasaan negatif secara umum terhadap sifat manusia.

Penting untuk diingat bahwa judul berita menampilkan perilaku manusia yang terbatas. Bias negatif berarti kita lebih memperhatikan berita negatif dibandingkan berita positif.

Kita sering lupa bahwa di seluruh dunia petugas kesehatan merawat orang sakit, guru mendidik generasi muda, dan orang tua merawat anak-anak mereka. Ada kisah-kisah positif yang menunjukkan kapasitas evolusioner manusia yang mendalam dalam hal kepedulian, kerja sama, dan kasih sayang.

Ada kalanya kita tidak bisa melakukan apa pun untuk membantu orang lain. Tetap berempati dalam situasi ini menempatkan kita pada risiko empati yang berlebihan dan kewalahan oleh tekanan empati. Kesusahan pribadi kita tidak membantu orang lain yang sudah menderita. Lebih baik bagi kesejahteraan kita sendiri untuk menerima bahwa sebagian penderitaan di dunia ini disebabkan oleh permasalahan kompleks yang tidak dapat kita kendalikan secara langsung.

Tidak ada satu orang pun yang mampu menyelesaikan semua permasalahan di dunia.

Secara sadar mencari paparan berita-berita baik dan merefleksikan aspek-aspek positif dari sifat manusia dapat membantu membangun perspektif yang seimbang. Kita dapat merefleksikan pengalaman belas kasih kita sendiri.

Seringkali ada segudang tindakan kecil yang dilakukan orang lain yang memberikan pengaruh positif pada kita. Merefleksikan hal ini meningkatkan rasa keterhubungan kita dengan orang lain. Kami menyadari bahwa tindakan kebaikan, betapapun kecilnya, dapat menjadi sesuatu yang berarti, meskipun pada saat itu tampaknya tidak begitu berarti. Perilaku membantu yang kooperatif juga terlihat pada berbagai spesies termasuk semut, lebah, lumba-lumba, gajah, dan monyet.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.