Kewalahan oleh Berita? Cobalah 'Pelatihan Welas Asih'

ED
Jumat, 5 April 2024 | 06:56 WIB
Bagikan
Kewalahan oleh Berita? Cobalah 'Pelatihan Welas Asih'

Oleh Debbie Ling (360info)

PERANG, kelaparan, dan kemiskinan sedang meningkat. Mendengarnya setiap hari di rumah, online, dan di ponsel sudah cukup membuat Anda ingin bersembunyi. Dan banyak yang mengalaminya.

Jumlah orang yang secara aktif menghindari berita, setidaknya untuk sebagian waktu, meningkat pesat. Sebuah laporan dari lembaga Reuters menemukan sekitar 36 persen orang percaya bahwa berinteraksi dengan berita dapat menurunkan suasana hati mereka.

Biaya hidup, pola makan yang berbahaya, krisis iklim, kesenjangan generasi — sepanjang hari, sepanjang malam, semuanya dipaksa masuk ke dalam otak Anda. Besarnya jumlah media yang ada di kantong kita menyebabkan informasi yang berlebihan, yang dimaksudkan untuk membangkitkan respons emosional.

Hal ini berdampak pada cara kita memandang dunia dan isu-isu yang menjadi perhatian kita.

Penelitian pencitraan otak memberi tahu kita bahwa ada batas jumlah empati yang bisa dimiliki manusia. Empati memungkinkan kita untuk "merasakan" emosi orang lain dan merupakan keterampilan sosial yang penting, namun ada sisi negatifnya.

Dalam banyak kasus, merasakan kepedihan orang lain begitu akut, seringkali dapat menimbulkan "tekanan empatik". Tekanan empati terjadi ketika seseorang yang menyaksikan penderitaan orang lain ingin menghindari atau menarik diri dari situasi tersebut.

Sebuah studi pencitraan otak menunjukkan bahwa ketika orang diperlihatkan cuplikan berita atau dokumenter tentang orang yang menderita, hal itu memicu jaringan rasa sakit di otak mereka.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.