Mariano Peralta Bahagia Jalani Debut Manis Bersama Persib 5 Aug 2026 Pemerintah Umumkan Rangkaian Acara HUT Ke-81 RI 2026 5 Aug 2026 "Cahaya Hati" Debut, Warnai Pagelaran Sabang Merauke 2026 5 Aug 2026 Kades Rancaekek Kulon Buka Suara soal Polemik PTSL Rp.400 Ribu per Pemohon 5 Aug 2026 Satpol PP Ungkap Alasan Vendor SixNine Padel Tebang 10 Pohon 5 Aug 2026 Koalisi Pecinta Satwa Desak RI Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang 5 Aug 2026 Thailand Kian Dekat ke Semifinal, Myanmar Pesta Tujuh Gol di ASEAN Hyundai Cup 2026 5 Aug 2026 MORROW Buka Pusat Kesehatan Preventif Terbesar di Singapura 5 Aug 2026 BOI Thailand Genap 60 Tahun, Investasi Asing Tembus Rekor Baru 5 Aug 2026 Ahli Gizi Ungkap Pilihan Sarapan yang Bantu Tingkatkan Energi Tubuh 5 Aug 2026 Mariano Peralta Bahagia Jalani Debut Manis Bersama Persib 5 Aug 2026 Pemerintah Umumkan Rangkaian Acara HUT Ke-81 RI 2026 5 Aug 2026 "Cahaya Hati" Debut, Warnai Pagelaran Sabang Merauke 2026 5 Aug 2026 Kades Rancaekek Kulon Buka Suara soal Polemik PTSL Rp.400 Ribu per Pemohon 5 Aug 2026 Satpol PP Ungkap Alasan Vendor SixNine Padel Tebang 10 Pohon 5 Aug 2026 Koalisi Pecinta Satwa Desak RI Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang 5 Aug 2026 Thailand Kian Dekat ke Semifinal, Myanmar Pesta Tujuh Gol di ASEAN Hyundai Cup 2026 5 Aug 2026 MORROW Buka Pusat Kesehatan Preventif Terbesar di Singapura 5 Aug 2026 BOI Thailand Genap 60 Tahun, Investasi Asing Tembus Rekor Baru 5 Aug 2026 Ahli Gizi Ungkap Pilihan Sarapan yang Bantu Tingkatkan Energi Tubuh 5 Aug 2026

Ketua Umum Perhorti: 7.000 "Kampung Hortikultura" Belum Sesuai Harapan

ED
Selasa, 1 November 2022 | 04:22 WIB
Bagikan
Ketua Umum Perhorti: 7.000 "Kampung Hortikultura" Belum Sesuai Harapan

VISI.NEWS | SOLO - Para petani muda yang mengembangkan smart farming di "Kampung Hortikultura", sebelum memanfaatkan teknologi canggih dalam budi daya perlu memahami dahulu karakteristik setiap tanaman, baik tanaman buah, sayuran, maupun tanaman bahan obat.

Dalam pengembangan smart farming untuk mendukung"Kampung Hortikultura" berkelanjutan, juga harus didukung sarana dan prasarana lain, di antaranya pasokan energi listrik yang memadai.

Ketua Umum Perhimpunan Hortikultura Indonesia (Perhorti), Prof. Dr. Slamet Susanto, menegaskan masalah itu kepada VISI.NEWS, seusai Focus Group Discusion (FGD) "Pelaporan Evaluasi Kampung Hortikultura dan UMKM Hortikultura" di Solo, yang digelar Komisariat Daerah (Komda) Perhorti Jawa Tengah di Swiss Bellin Saripetojo, Senin (31/10/2022).

"Para petani yang memanfaatkan teknologi canggih, seperti menyiram tanaman menggunakan drone, melakukan irigasi jarak jauh dengan hand phone, dengan green house dan sebagainya harus memahami karakteristik tanaman. Percuma menggunakan alat canggih untuk smart farming, kalau petani tidak paham karakteristik tanaman dan listrik sering mati. Jadi, yang terpenting memahami tanaman yang perkembangan produktivitasnya punya karakter masing-masing," ujar Prof. Slamet.

Dia menjelaskan, kebutuhan air, sinar matahari, pemupukan dan sebagainya pada satu jenis tanaman dengan lainnya berbeda.

Selain itu, karakteristik benih tanaman yang sama dari satu daerah dengan daerah lain juga berbeda-beda.

"Membudidayakan tanaman hortikultura dengan alat canggih belum tentu menghasilkan produktivitas baik. Benih tanaman dari satu daerah yang berhasil baik, di daerah lain juga belum tentu hasilnya sama. Itu pentingnya petani memahami karakteristik tanaman hortikultura agar Kampung Hortikultura yang berkelanjutan berhasil baik," jelasnya.

Pengembangan Kampung Hortikultura yang baru sekitar 2 tahun, dari sebelumnya merupakan program kawasan hortikultura, berdasarkan catatan Perhorti di seluruh Indonesia saat ini sebanyak 7.000 lebih.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.