Ketua MWA UNS: Memilih Calon Pemimpin Jangan Berdasarkan Selera Pribadi
VISI.NEWS | SOLO - Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR), Marsekal Dr. (HC) Hadi Tjahjanto, sebagai Ketua Majelis Amanat (MWA) Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, menyatakan, salah satu faktor penting bagi kemajuan dan keberhasilan suatu organisasi dalam mencapai tujuan adalah faktor kepemimpinan.
"Kepemimpinan merupakan kekuatan aspirasional, kekuatan semangat dan kekuatan moral yang kreatif, yang mampu mempengaruhi para anggota untuk mengubah sikap. Sehingga, para anggota organisasi searah dengan kemauan dan aspirasi pemimpin," katanya dalam sambutan tertulis yang dibacakan Wakil Ketua MWA UNS, Prof. Dr. Hasan Fauzi, dalam Rapat Pleno Terbuka MWA, dengan agenda penyampaian rencana dan strategi 3 orang calon rektor UNS periode 2023-2028, Kamis (27/10/2022).
Ketua MWA UNS itu menekankan, pemimpin harus memiliki jiwa kepemimpinan atau leadership yang matang dan rasa tanggung jawab yang tinggi dalam menjalankan tugas yang menjadi tanggung jawabnya.
"Pada titik inilah, kemampuan calon pemimpin mengkomunikasikan target pencapaian UNS sebagai World Class University menjadi penting," tandasnya.
Marsekal (Purn) Hadi Tjahjanto menjelaskan, penyampaian rencana dan strategi calon rektor terkait dengan pencapaian UNS sebagai perguruan tinggi berkelas dunia, berpedoman kepada kebijakan umum UNS tahun 2022.
Dia menyebut nilai penting strategi calon pemimpin UNS karena beredar luas tanggapan di kalangan civitas akademika UNS bahwa kemampuan pengalaman dan kapasitas akademisi menjadi hal yang sangat penting.
"Jadi, dalam menilai kualifikasi seorang calon pemimpin bukan atas dasar selera pribadi atau penilaian menurut informasi yang tidak benar. Atau menebak siapa yang berada di belakang calon," tegasnya seperti disampaikan Prof. Hasan Fauzi.
Ketua MWA UNS menyebutkan, ketiga calon rektor UNS yang terpilih oleh 15 dari 17 anggota MWA, yaitu Prof. Dr. Rer. Nat Sadjidan, Prof. Dr. I Gusti Ayu Ketut Rahmi Handayani dan Prof. Dr. Hartono, merupakan putra-putri terbaik UNS.
Dia berharap, di forum penyampaian rencana dan strategi yang digelar MWA di depan para panelis yang mewakili unsur senat akademik, dewan profesor, pimpinan universitas, tenaga kependidikan, organisasi mahasiswa dan tokoh masyarakat, menjadi wahana mengkomunikasikan niat baik dan komitmen para calon kepada pemangku kepentingan tentang rancang bangun masa depan menuju UNS yang mendunia dan sarat prestasi.
Dalam pemaparan tentang rencana dan strateginya, ketiga calon lebih banyak mengulang materi visi misi yang disampaikan di depan rapat terbuka yang digelar MWA. Namun dalam pendalaman materi, sejumlah panelis melontarkan pertanyaan kritis, di antaranya mahasiswa yang melihat masih banyak permasalahan di internal yang belum selesai dalam menuju world class university.
"Kita khawatir target menuju world class university akan menambah permasalahan. Karena masih ada masalah UKT, sarana prasarana, dan bahkan spidol untuk perkuliahan banyak yang macet," kata juru bicara mahasiswa.
Panelis lain mengungkapkan, masalah dana untuk membiayai target world class university jangan membebani mahasiswa. Masalah lainnya adalah kendala dalam riset dan penulisan jurnal internasional.
Wakil ketua MWA, Prof. Hasan Fauzi, seusai rapat terbuka menjelaskan kepada wartawan, setelah pemaparan rencana dan strategi para calon, prosesnya akan dilanjutkan dengan pemilihan tahap akhir untuk menentukan calon rektor terpilih, pada 11 November 2022.
"Dalam pemilihan yang dilakukan MWA nanti ada 2 opsi. Ketiga calon melakukan musyawarah untuk mencapai mufakat. Kemudian hasilnya dimintakan persetujuan ke MWA. Kalau ketiga calon tidak mencapai mufakat, pemilihan akan dilaksanakan melalui mekanisme voting di MWA beserta Mendikbud Ristek," tuturnya. @tok
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!