Ketua MUI: Pilar Keempat Demokrasi, Wartawan Emban Misi ‘Kewahyuan’
VISI.NEWS | JAKARTA - Ketua MUI Bidang Infokom, KH Masduki Baidlowi, menyatakan wartawan mengemban misi mulia yang dalam bahasa sucinya adalah misi kewahyuan.
“Ini memang misi kewartawanan, kalau bahasa sucinya adalah misi kewahyuan. Wartawan itu memang pada mulanya adalah sebuah sikap netral to inform. Memberikan informasi yang akurat dan yang seimbang,” kata dia, dalam Halaqah Mingguan Komisi Infokom MUI bertemakan “Masa Depan Industri Pers Indonesia: Refleksi Hari Hak untuk Tahu Sedunia”, Rabu (28/9/2022).
Menurut Kiai Masduki, seiring perkembangan yang terjadi, sikap netral to inform yang dimiliki wartawan akhirnya tidak netral.
Hal ini bukan tanpa alasan, Kiai Masduki menyebut, sikap tersebut dilakukan dengan tujuan untuk mentransformasi kepada masyarakat.
“Tidak ada di dunia ini yang sifatnya netral, semuanya ada misi, ada target, ada pemihakan, dan lainnya. Dan saya kira wartawan bekerja sebagai kerja professional dan kerja intelektual itu memang harus berpihak. Harus memberikan pemihakan untuk mentransformasi masyarakat,” ujar dia, dilansir dari laman resmi MUI pusat.
Dia menegaskan, pekerjaan wartawan mencerminkan sikap idealism yang penih dengan gagasan – gagasan dan ide – ide yang sangat baik.
Banyak wartawan yang memiliki integritas bagus, seperti Mokhtar Lubis, Rosihan Anwar, Mahbub Djunaidi, dan masih banyak lagi.
Sikap wartawan tersebut melahirkan suatu konsep bahwa dalam konteks demokrasi wartawan disebut sebagai pilar ke empat demokrasi.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!