Audi Luncurkan New Q5 SUV di GIIAS 2026, Harga Mulai Rp 1,725 Miliar 6 Aug 2026 Pendaftaran Festival Suara Nusantara Masih Dibuka, Saatnya Tampil Mendongeng 6 Aug 2026 BMKG: Bandung Diguyur Hujan Sore Ini, Suhu 17–32 Derajat Celsius 6 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Kamis 6 Agustus 2026 6 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Cimahi Hari Ini, Kamis 6 Agustus 2026 6 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Bandung Hari Ini, Kamis 6 Agustus 2026 6 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Bandung Hari Ini, Kamis 6 Agustus 2026 6 Aug 2026 Ombudsman RI Nilai Homecare Perkuat Pelayanan Kesehatan di Jember 5 Aug 2026 Festival Suara Nusantara Hadir di Jabar, Ajak Generasi Muda Lestarikan Cerita Rakyat 5 Aug 2026 Enam Buah yang Baik untuk Menjaga Kesehatan Usus 5 Aug 2026 Audi Luncurkan New Q5 SUV di GIIAS 2026, Harga Mulai Rp 1,725 Miliar 6 Aug 2026 Pendaftaran Festival Suara Nusantara Masih Dibuka, Saatnya Tampil Mendongeng 6 Aug 2026 BMKG: Bandung Diguyur Hujan Sore Ini, Suhu 17–32 Derajat Celsius 6 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Kamis 6 Agustus 2026 6 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Cimahi Hari Ini, Kamis 6 Agustus 2026 6 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Bandung Hari Ini, Kamis 6 Agustus 2026 6 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Bandung Hari Ini, Kamis 6 Agustus 2026 6 Aug 2026 Ombudsman RI Nilai Homecare Perkuat Pelayanan Kesehatan di Jember 5 Aug 2026 Festival Suara Nusantara Hadir di Jabar, Ajak Generasi Muda Lestarikan Cerita Rakyat 5 Aug 2026 Enam Buah yang Baik untuk Menjaga Kesehatan Usus 5 Aug 2026

Ketua Komisi I DPR Panggil Menkominfo dan BSSN Terkait Peretasan Sistem PDN

ED
Rabu, 26 Juni 2024 | 12:30 WIB
Bagikan
Ketua Komisi I DPR Panggil Menkominfo dan BSSN Terkait Peretasan Sistem PDN

VISI.NEWS | JAKARTA - Ketua Komisi I DPR, Meutya Hafid, telah mengumumkan bahwa pihaknya akan memanggil Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi serta Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) untuk memberikan penjelasan terkait insiden peretasan sistem Pusat Data Nasional (PDN). Insiden ini menyebabkan lumpuhnya layanan publik selama berjam-jam, dan menjadi fokus perhatian utama DPR.

Menurut Meutya, pemanggilan ini dilakukan untuk mendapatkan penjelasan lebih rinci dari pemerintah mengenai kejadian tersebut. "Kita akan menanti penjelasan lanjutan, kemarin kan singkat ya dari pemerintah, lebih kepada press release. Jadi, Kamis insya Allah kita akan panggil, baik Kominfo dan juga BSSN," ujarnya di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, pada Selasa (25/6/2024).

Peretasan sistem PDN telah menyebabkan gangguan besar dalam pelayanan publik, mempengaruhi berbagai sektor dan layanan yang bergantung pada infrastruktur tersebut. DPR sebagai lembaga legislatif merasa perlu untuk mendalami akar permasalahan serta langkah yang akan diambil pemerintah untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.

Kritik terhadap respons pemerintah yang dianggap terlalu ringkas dalam menyikapi insiden ini juga muncul dari beberapa anggota DPR. Mereka menekankan perlunya transparansi dan akuntabilitas dalam menangani keamanan data nasional yang semakin penting di era digital ini.

Sejumlah anggota komisi I DPR menyatakan keprihatinan mendalam terhadap rentannya infrastruktur keamanan informasi negara. Mereka mempertanyakan keandalan sistem yang seharusnya melindungi data penting negara dari ancaman luar.

Panggilan terhadap Menkominfo dan BSSN diharapkan dapat memberikan gambaran lebih jelas tentang kronologi peretasan tersebut, respons pemerintah, serta langkah-langkah yang akan diambil untuk memperkuat keamanan data nasional ke depannya. Komisi I DPR berkomitmen untuk menjaga keamanan dan stabilitas sistem informasi negara demi kelancaran pelayanan publik yang tidak terganggu oleh ancaman siber.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.