Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan Pemilu KPU Kabupaten Tangerang Dilaporkan ke Bawaslu Atas Dugaan Kecurangan
Muslik mengungkapkan bahwa ada beberapa pleno verifikasi faktual di tingkat kecamatan yang sempat ditunda atau mengalami walkout karena Panwascam menemukan sejumlah kejanggalan pada penyajian data oleh PPK. Contohnya di Desa Bakung, Kecamatan Kronjo, Kabupaten Tangerang, terdapat indikasi sekitar 1.480 data pendukung pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati Tangerang atas nama Zulkarnain-Lerru tidak diverifikasi secara faktual.
"Bagaimana mungkin data yang mencapai ribuan dapat diverifikasi faktual dalam waktu satu hari? Ini cukup aneh. Makanya sempat terjadi penundaan saat pleno untuk memastikan data. Meskipun pleno tetap disahkan dengan sejumlah catatan," tegas Muslik.
Ketika dikonfirmasi oleh Satelit News, Shandy Kelana Akbar membantah tuduhan bahwa dirinya memberikan tekanan terhadap PPK dan PPS untuk membuat data yang TMS menjadi MS di wilayah Kecamatan Cisauk. "Tentu hal itu tidak benar. Kalau saya dikatakan melakukan instruksi tersebut ke bawah," bantahnya, Kamis (11/7).
Shandy mengakui bahwa verifikasi faktual di tingkat kecamatan telah selesai, namun belum diinput ke dalam laporan KPU Kabupaten Tangerang. Dari 189.000 dukungan data yang diserahkan oleh bakal calon independen, sebanyak 50.000 hingga 60.000 tidak memenuhi syarat (TMS).
"Maka dari itu, belum dipastikan lolos juga untuk pasangan bakal calon independen. Karena agar bisa lolos, data yang memenuhi syarat harus mencapai 153.000-an," kata Shandy.
Namun, dia belum bisa memastikan apakah pasangan Zulkarnain-Lerru dapat lolos atau tidak, karena pleno tingkat Kabupaten Tangerang baru akan dilakukan pada Jumat (12/7/2024), yang kemudian akan diikuti oleh fase perbaikan verifikasi faktual ke-2. "Belum bisa dipastikan lolos atau tidaknya. Karena data belum masuk semua. Jumat (12/7) baru kita pleno," tutupnya. @maulana
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!