Ketahanan Iklim Jalan Inklusif untuk Menghadapi Bencana Iklim
Berdasarkan tinjauan rencana induk penanggulangan bencana tahun 2022, hambatan utama dalam upaya pengurangan risiko bencana secara efektif adalah kurangnya kontrol dalam melaksanakan rencana tersebut. Kebijakan-kebijakan yang memprioritaskan pengurangan risiko bencana sudah ada, namun pengawasan dan regulasi masih kurang efektif.
Pemerintah menghadapi tiga tantangan utama dalam pengurangan risiko bencana: kurangnya prioritas, penekanan dan komitmen dari para pemimpin lokal. Meskipun inklusivitas secara eksplisit dibahas dalam kerangka pengurangan risiko bencana di Indonesia, hambatan-hambatan ini masih menjadikan penyandang disabilitas sebagai fokus utama.
Pemerintah harus menghadapi hambatan-hambatan ini dan menjamin bahwa semua kelompok rentan, termasuk penyandang disabilitas, terlibat aktif dalam inisiatif pengurangan risiko bencana, khususnya dalam proses pengambilan keputusan.
Dengan memprioritaskan inklusivitas dan mengatasi kesenjangan dalam komitmen, penentuan prioritas dan penekanan pada pengurangan risiko bencana, pemerintah dapat berupaya menuju pendekatan yang lebih efektif dan komprehensif untuk mengurangi risiko bencana bagi semua individu.***
- Kontributor: Organisasi Penyandang Disabilitas, Garamin NTT & Perdik Makassar sebagai mitra penelitian kami.
- Eka Permanasari adalah Associate Professor Desain Perkotaan di Monash University Indonesia dan Monash Urban Transformation Hub.
- Sharyn Davies adalah Associate Professor dan antropolog serta Direktur Herb Feith Indonesian Engagement Center di Monash Indonesia.
- Welmince Djulete adalah peneliti postdoctoral di Monash University Indonesia dan Herb Feith Indonesian Engagement Centre.
- Rafika Ramli adalah dosen Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin dan juga sekretaris SDGs Center Universitas Hasanuddin.
- Publikasi ini merupakan bagian dari proyek koneksi: “Membangun mmodel ketahanan iklim di masa depan dengan melibatkan masyarakat (MoFREC)” Proyek ini didukung oleh Departemen Luar Negeri dan Perdagangan serta Pemerintah Australia dan Indonesia dan dilaksanakan oleh Monash University. Anda dapat mengetahui lebih lanjut tentang proyek ini dan semua anggota tim yang berkontribusi di sini:
- Pandangan yang diungkapkan dalam publikasi ini merupakan pandangan penulis sendiri dan belum tentu merupakan pandangan Pemerintah Australia.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!