Kenapa Kalimantan Sering Dilanda Karhutla Parah? Ini Kata Peneliti

Desi Rossilawati
Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:52 WIB
Bagikan
Kenapa Kalimantan Sering Dilanda Karhutla Parah? Ini Kata Peneliti

./visi.news/reuters.

Deforestasi dan El Nino Perparah Kebakaran

Deforestasi, pembalakan liar, serta konversi lahan dalam skala besar turut meningkatkan kerentanan kawasan terhadap kebakaran.

Hilangnya tutupan vegetasi dapat mengganggu kondisi mikroklimat dan membuat kawasan menjadi lebih kering sehingga lebih mudah terbakar.

Selain faktor aktivitas manusia, kondisi iklim juga berperan dalam meningkatkan tingkat keparahan karhutla.

Fenomena El Nino dapat menyebabkan musim hujan datang lebih lambat dan memperpanjang periode kemarau. Meski bukan menjadi pemicu utama, kondisi tersebut dapat mempercepat penyebaran titik api dan meningkatkan tingkat keparahan kebakaran.

Dampak Karhutla terhadap Lingkungan, Kesehatan dan Ekonomi

Karhutla memberikan dampak luas terhadap lingkungan. Kebakaran dapat mengancam keanekaragaman hayati, merusak ekosistem, serta meningkatkan pelepasan emisi karbon ke atmosfer yang berkontribusi terhadap perubahan iklim.

Dari sisi kesehatan, paparan kabut asap akibat karhutla dapat meningkatkan risiko gangguan pernapasan, termasuk infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Kondisi tersebut juga berisiko lebih besar bagi kelompok masyarakat yang rentan.

Karhutla juga berdampak terhadap perekonomian. Kebakaran dapat mengganggu sektor pertanian dan kehutanan, menghambat mobilitas serta transportasi, dan mengganggu aktivitas perdagangan regional.

Dampak karhutla bahkan dapat meluas hingga negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, dan Brunei. Kondisi tersebut membuat kebakaran hutan dan lahan di Indonesia menjadi persoalan lingkungan lintas batas.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.