Kemarau Mulai Berdampak, Enam Kecamatan di Sukabumi Minta Air Bersih
Distribusi air bersih oleh BPBD di Kampung Babakansari, Desa Sekarwangi, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi./visi.news/Andri.
VISI.NEWS – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi menerima permohonan bantuan air bersih dari enam kecamatan seiring mulai dirasakannya dampak musim kemarau di sejumlah wilayah.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sukabumi, Eki Radiana Rizki, mengatakan hingga saat ini baru enam dari total 47 kecamatan yang mengajukan permintaan distribusi air bersih. Wilayah tersebut berada di bagian utara dan selatan Kabupaten Sukabumi, di antaranya Kecamatan Cikembar, Cibadak, Cicurug, Nyalindung, dan Gegerbitung.
“Dari 47 kecamatan, kita baru menerima permohonan [air bersih] dari 6 kecamatan," ujar Eki.
Eki menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Sukabumi belum menetapkan status darurat kekeringan. Pasalnya, berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hujan masih turun di sejumlah wilayah sehingga kondisi kekeringan belum terjadi secara merata.
“Dari BMKG kita dishare, kondisi ataupun cuaca di beberapa kabupaten, ternyata di Sukabumi, masih ada yang hujan," ujarnya.
Kendati demikian, BPBD akan terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kondisi di lapangan. Apabila musim kemarau menyebabkan dampak yang semakin meluas, pemerintah daerah akan mempertimbangkan penetapan status darurat kekeringan.
“Kalaupun misalnya ke depan cuacanya seperti ini, pasti kita akan segera membuat penetapan status kekeringan Kabupaten Sukabumi," pungkasnya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!