Harga Emas Antam Turun Rp4.000, Kini Rp2.599.000 per Gram 5 Aug 2026 Disporaparbud Jember Koordinasi dengan BPCB Jatim Amankan Situs Gumuk Lesung dari Kerusakan 5 Aug 2026 Identitas Perempuan Tersambar KA Pangrango di Sukabumi Belum Terungkap 5 Aug 2026 Disdik Sukabumi Sebut Ijazah Korban Kebakaran Kasepuhan Ciptamulya Masih Didata 5 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Rabu 5 Agustus 2026 5 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Cimahi Hari Ini, Rabu 5 Agustus 2026 5 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Bandung Hari Ini, Rabu 5 Agustus 2026 5 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Bandung Hari Ini Rabu 5 Agustus 2026 5 Aug 2026 Cuaca Bandung Rabu (5/8/2026) Cerah Berawan, Suhu 31 Derajat Celsius 5 Aug 2026 Persija Tersingkir! Persib Lolos ke Final Piala Presiden 4 Aug 2026 Harga Emas Antam Turun Rp4.000, Kini Rp2.599.000 per Gram 5 Aug 2026 Disporaparbud Jember Koordinasi dengan BPCB Jatim Amankan Situs Gumuk Lesung dari Kerusakan 5 Aug 2026 Identitas Perempuan Tersambar KA Pangrango di Sukabumi Belum Terungkap 5 Aug 2026 Disdik Sukabumi Sebut Ijazah Korban Kebakaran Kasepuhan Ciptamulya Masih Didata 5 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Rabu 5 Agustus 2026 5 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Cimahi Hari Ini, Rabu 5 Agustus 2026 5 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Bandung Hari Ini, Rabu 5 Agustus 2026 5 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Bandung Hari Ini Rabu 5 Agustus 2026 5 Aug 2026 Cuaca Bandung Rabu (5/8/2026) Cerah Berawan, Suhu 31 Derajat Celsius 5 Aug 2026 Persija Tersingkir! Persib Lolos ke Final Piala Presiden 4 Aug 2026

"Kebon Rojo" Peninggalan Keraton Surakarta Disulap Jadi "Solo Safari"

ED
Sabtu, 28 Januari 2023 | 18:44 WIB
Bagikan
"Kebon Rojo" Peninggalan Keraton Surakarta Disulap Jadi "Solo Safari"

VISI.NEWS | SOLO - Kebun binatang peninggalan Keraton Surakarta yang di tempo dulu bernama "Kebon Rojo" dan terpaksa dipindah ke Taman Jurug akibat tergusur pembangunan Monumen PON I Stadion Sriwedari, kini berubah nama menjadi Solo Safari.

Perubahan nama dari Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) menjadi Solo Safari, menyusul upaya Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, menggandeng Taman Safari Indonesia untuk menyulap kebun binatang yang dirancang sebagai wahana edukasi dan Pengambangan satwa langka menjadi destinasi wisata modern.

Meskipun pembangunan Solo Safari belum rampung seluruhnya, pada Jumat (27/1/2023), kawasan wisata hiburan dan edukasi satwa Solo Safari, yang menempati areal seluas 13,9 hektar resmi dibuka untuk umum.

Ketua Yayasan Konservasi Margasatwa Indonesia (YKMI), Agus Santoso, dalam soft opening Solo Safari, yang dihadiri wali kota Solo, Gibran, mengungkapkan, di Solo Safari terdapat lebih dari 347 individu satwa dari total 87 spesies satwa endemik Indonesia yang terancam punah dan dilindungi.

"Solo Safari merupakan proyek kerja sama operasi antara Perumda TSTJ dengan Taman Safari Indonesia Group. Proyek ini merupakan  peremajaan Jurug Solo Zoo yang sudah beroperasi selama lebih dari empat dekade. Solo Safari hadir dengan konsep baru dan modern berdasarkan standar Taman Safari Indonesia," katanya.

Menurut Agus, Solo Safari direvitalisasi sebagai tempat rekreasi bernuansa alam dengan keunikan satwa eksotis. Seluruh satwa ditempatkan tanpa menggunakan kandang.

Gibran yang menandai soft opening Solo Safari dengan pemukulan gong dan menerima kedatangan "Elang Bondhol" maskot DKI Jakarta, menyatakan, Solo Safari mengukuhkan Kota Solo sebagai destinasi wisata nasional, disamping dikenal sebagai destinasi wisata kuliner dan budaya.

Gibran juga berharap Solo Safari dapat berdiri sebagai sarana penelitian bagi berbagai disiplin ilmu, seperti kedokteran hewan, biologi, peternakan, dan lainnya.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.