"Kebon Rojo" Peninggalan Keraton Surakarta Disulap Jadi "Solo Safari"
“Kita berharap warga Kota Solo, serta wisatawan lokal dan mancanegara dapat merasakan suasana Solo Safari dengan koleksi satwanya seperti di habitat aslinya. Solo Safari dapat menjadi sarana penelitian bagi berbagai disiplin ilmu, seperti kedokteran hewan, biologi, peternakan dan lain-lain," ujarnya.
Ketua YKMI, Agus Santoso, menambahkan, dalam menyulap taman di tepian Bengawan Solo itu, juga diciptakan sensasi unik di Primate Island, berupa jembatan yang membelah danau yang dihuni satwa primata di pulau-pulau buatan, seperti orang utan, Owa Jawa, Owa Agilis, hingga siamang.
"Di Solo Safari tidak hanya ada satwa eksotis, tapi pengunjung juga bisa menikmati kuliner sambil melihat singa dan memberi pakan di Makunde Resto, dengan pemandangan satwa di African Savannah,” jelasnya.
Menurut Agus, pembangunan Solo Safari sendiri baru akan rampung seluruhnya pada akhir Desember 2023 mendatang.@tok
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!