1.356 Knalpot Brong Hasil Razia di Majalengka Bakal Disulap Jadi Monumen Maung 25 Aug 2026 Polri Salurkan Logistik dan Oksigen untuk Penanganan Karhutla 25 Aug 2026 Chelsea Menang 3-2 atas Fulham dalam Drama Lima Gol 25 Aug 2026 Uzbekistan Bidik Pusat Keuangan Digital Asia Tengah 25 Aug 2026 Kemenhut Sanksi 6 Perusahaan akibat Karhutla Berulang di Kalimantan 25 Aug 2026 Harga Emas Antam Hari Ini Rp2,768 Juta per Gram 25 Aug 2026 Daftar Harga BBM Pertamina Hari Ini 25 Agustus 2026 25 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Selasa 25 Agustus 2026 25 Aug 2026 Peringati Hari Pramuka ke-65, KDS Perkuat Semangat Pengabdian Generasi Muda 25 Aug 2026 122 Ribu Liter Air Bersih Disalurkan ke Warga Terdampak Kekeringan di Sukabumi 25 Aug 2026 1.356 Knalpot Brong Hasil Razia di Majalengka Bakal Disulap Jadi Monumen Maung 25 Aug 2026 Polri Salurkan Logistik dan Oksigen untuk Penanganan Karhutla 25 Aug 2026 Chelsea Menang 3-2 atas Fulham dalam Drama Lima Gol 25 Aug 2026 Uzbekistan Bidik Pusat Keuangan Digital Asia Tengah 25 Aug 2026 Kemenhut Sanksi 6 Perusahaan akibat Karhutla Berulang di Kalimantan 25 Aug 2026 Harga Emas Antam Hari Ini Rp2,768 Juta per Gram 25 Aug 2026 Daftar Harga BBM Pertamina Hari Ini 25 Agustus 2026 25 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Selasa 25 Agustus 2026 25 Aug 2026 Peringati Hari Pramuka ke-65, KDS Perkuat Semangat Pengabdian Generasi Muda 25 Aug 2026 122 Ribu Liter Air Bersih Disalurkan ke Warga Terdampak Kekeringan di Sukabumi 25 Aug 2026

Kebiasaan Menggoreng Dinilai Bisa Kurangi Nutrisi dan Picu Risiko Kesehatan Anak

Desi Rossilawati
Jumat, 10 April 2026 | 06:05 WIB
Bagikan
Kebiasaan Menggoreng Dinilai Bisa Kurangi Nutrisi dan Picu Risiko Kesehatan Anak

Ilustrasi./visi.news/halodoc.

VISI.NEWS | BANDUNG - Dokter dan ahli gizi masyarakat lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia) Dr. dr. Tan Shot Yen, M.Hum, mengingatkan bahwa kebiasaan memasak dengan cara menggoreng merupakan kesalahan umum dalam keluarga yang dapat menurunkan kualitas nutrisi makanan dan berpotensi menimbulkan masalah kesehatan di kemudian hari.

“(Nutrisi) bukan hilang, malah berubah jadi trans fat yang merugikan kesehatan,” ujar Tan dalam keterangannya dikutip, Jumat (10/4/2026).

Ia menjelaskan, proses penggorengan terutama secara deep fry dapat menghasilkan zat karsinogen pemicu kanker, akibat terbentuknya akrilamida dan polisiklik aromatik hidrokarbon. Senyawa tersebut muncul dari interaksi karbohidrat atau protein dengan suhu tinggi.

Menurutnya, konsumsi makanan gorengan yang terlalu sering pada anak dapat mengurangi penyerapan nutrisi yang dibutuhkan tubuh. Kondisi ini berisiko menyebabkan kekurangan gizi sejak dini.

“Kurang gizi sejak kecil bisa jadi gangguan tumbuh kembang, kurus, kegemukan, pendek, mudah sakit,” katanya.

Tan merekomendasikan alternatif metode memasak seperti pepes, makanan berkuah dengan bumbu asam, maupun kuah santan, yang dinilai lebih aman dan tetap dapat memenuhi kebutuhan gizi keluarga.

Selain pola memasak, ia juga menekankan pentingnya pemberian ASI hingga usia dua tahun atau lebih sebagai bagian dari pemenuhan nutrisi anak.

“ASI hingga usia dua tahun atau lebih,” ujarnya.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.