Kang DS: Program KDKMP Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan
Pemerintah Kabupaten Bandung, lanjutnya, sudah menyiapkan lahan seluas delapan hektare di kawasan Ciwidey untuk pengembangan Sekolah Rakyat terpadu dari jenjang SD hingga SMA.
Lebih lanjut Kang DS menyoroti KDMP. Kang DS menegaskan bahwa koperasi ini berbeda dengan koperasi pada umumnya karena didukung langsung oleh pemerintah pusat. Presiden bahkan telah memerintahkan melalui Menko bahwa bank Himbara harus memberikan dukungan pembiayaan permodalan kepada KDKMP.
"Untuk mensupport permodalan, desa sebagai penanggung jawab. Kalau misalkan KDMP pinjam ke bank Himbara," katanya.
"Keuntungan atau benefitnya 20 persen dari SHU KDMP tersebut. Modal usaha KDMP bisa dari ADPD melalui mekanisme musdes (musyawarah desa)," katanya.
Kang DS meminta para Kepala Desa, Ketua KDMP, Ketua BUMDes, dan Ketua BPD untuk turut membantu pelaksanaan roadshow hingga ke tingkat dusun. Ia juga mengimbau agar para RT dilibatkan dalam diskusi dan sosialisasi mengenai lahirnya KDMP, sekaligus mendata berbagai potensi di wilayahnya masing-masing, seperti jumlah petani yang menanam padi dan komoditas lain yang dapat menyuplai kebutuhan dapur MBG.
Selain itu, ia berharap masyarakat yang belum memiliki pekerjaan dapat dilibatkan dalam program KDMP dan MBG agar memperoleh penghasilan, misalnya dengan membuka usaha budidaya ikan lele melalui sistem bioflok untuk memenuhi kebutuhan bahan pangan di dapur MBG.
"Satu dapur MBG membutuhkan 40 kolam bioflok," katanya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!