Kampung Majapahit, Jejak Kejayaan yang Hidup Kembali
Ia juga mengapresiasi keberadaan sentra kerajinan dan UMKM yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat setempat.
"Yang saya kagumi, warga tidak hanya menjual cerita sejarah. Mereka juga menghasilkan berbagai produk kerajinan dan usaha kreatif yang memperkuat daya tarik wisata. Jadi wisatawan datang bukan hanya untuk melihat, tetapi juga berinteraksi dan membawa pulang pengalaman budaya," tutur Untung.
Di sela perjalanan, Tim Gowes VISI.NEWS menyaksikan aktivitas warga yang tetap berjalan normal di tengah geliat wisata. Anak-anak bermain di halaman rumah bergaya Majapahit, para perajin menekuni pekerjaan mereka, sementara wisatawan sibuk mengabadikan keindahan arsitektur desa yang unik.
Bagi Tim Gowes VISI.NEWS, Kampung Majapahit Bejijong merupakan bukti bahwa warisan sejarah tidak harus menjadi benda mati yang tersimpan di balik etalase museum. Di desa ini, sejarah hadir dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Setiap rumah, setiap gapura, dan setiap sudut kampung seakan menjadi pengingat bahwa Nusantara pernah memiliki peradaban besar yang disegani dunia.
Perjalanan menyusuri Kampung Majapahit pun meninggalkan kesan mendalam. Di tengah arus modernisasi yang terus berkembang, masyarakat Bejijong menunjukkan bahwa menjaga sejarah bukan berarti menolak kemajuan, melainkan menjadikan warisan masa lalu sebagai fondasi untuk membangun masa depan yang lebih kuat dan berkarakter. Bagi Tim Gowes VISI.NEWS, Kampung Majapahit adalah bukti nyata bahwa kejayaan masa lalu masih dapat hidup dan menginspirasi hingga hari ini.
Napak tilas yang didukung Komite Sepeda Indonesia (KSI) Kabupaten Bandung, Kakanwil Ditjen Pemasyarakatan Sumatera Barat, PT. Pupuk Kujang, Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) PCNU Kabupaten Bandung, Diskominfo Kabupaten Bandung, Bapenda, PT. BPR Kerta Raharja, dan Perumda Tirta Raharja ini menjadi pengingat bahwa sejarah bukan sekadar catatan masa lalu. Di balik setiap perjalanan, lorong, dan bangunan kuno terdapat nilai-nilai perjuangan, toleransi, serta kebijaksanaan yang tetap relevan bagi kehidupan masa kini.***
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!