Kampung Majapahit, Jejak Kejayaan yang Hidup Kembali
Menurut Edi, Kampung Majapahit menjadi contoh bagaimana sejarah dapat menjadi kekuatan pembangunan daerah sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat.
"Yang menarik, masyarakat tidak hanya menjaga warisan sejarah, tetapi juga memanfaatkannya untuk meningkatkan kesejahteraan. Ada UMKM, kerajinan, kuliner, hingga jasa wisata yang tumbuh bersama pelestarian budaya. Ini contoh bahwa sejarah bisa memberi nilai ekonomi tanpa kehilangan jati dirinya," katanya.
Edi juga menilai kawasan Trowulan memiliki potensi besar sebagai pusat pembelajaran sejarah nasional.
"Kalau ingin belajar tentang Majapahit, tidak cukup hanya membaca buku. Datang ke Trowulan dan Kampung Majapahit akan memberikan pengalaman yang berbeda. Kita bisa melihat langsung bagaimana jejak peradaban besar Nusantara masih bertahan hingga sekarang," tambahnya.
Sementara itu, anggota Tim Gowes VISI.NEWS lainnya, Untung Sumarsono, menyoroti keberhasilan warga dalam menjaga karakter desa sehingga tetap memiliki daya tarik yang kuat bagi wisatawan.
"Saya melihat masyarakat di sini memiliki kebanggaan terhadap sejarahnya. Itu terlihat dari bagaimana mereka merawat lingkungan, rumah, dan berbagai peninggalan budaya yang ada. Semangat seperti ini penting agar generasi muda tidak melupakan akar sejarah bangsanya," ujar Untung.
Menurut Untung, Kampung Majapahit bukan hanya menarik bagi wisatawan domestik, tetapi juga berpotensi menjadi destinasi kelas dunia.
"Kalau dikelola dan dipromosikan secara konsisten, kawasan ini bisa menjadi magnet wisata internasional. Banyak negara tidak memiliki situs sejarah selengkap dan sebesar Trowulan. Ini aset bangsa yang luar biasa," katanya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!