Kampung Majapahit, Jejak Kejayaan yang Hidup Kembali
- Memasuki Tahun Baru 1448 Hijriah, Tim Gowes VISI.NEWS yang terdiri atas Aep S. Abdullah, Edi Sudjono, dan Untung Sumarsono memulai perjalanan napak tilas sejarah dengan tema "Gowes Sejarah". Kegiatan yang berlangsung selama sembilan hari, mulai 1 hingga 9 Muharram 1448 H ini menjadi upaya menelusuri jejak-jejak peradaban Islam dan sejarah bangsa di Kota Solo Jawa Tengah dan beberapa kota di Jawa Timur.
VISI.NEWS | MOJOKERTO - Kayuhan sepeda Tim Gowes VISI.NEWS di kawasan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, membawa rombongan memasuki sebuah desa yang seolah menjadi mesin waktu menuju masa kejayaan Kerajaan Majapahit. Desa Wisata Kampung Majapahit Bejijong menghadirkan suasana yang berbeda. Deretan rumah warga dengan arsitektur khas Majapahit, gapura bata merah yang menjulang, serta nuansa budaya yang masih terpelihara membuat kawasan ini menjadi salah satu destinasi unggulan wisata sejarah di Indonesia.
Memasuki kawasan Bejijong, mata pengunjung langsung disuguhi pemandangan rumah-rumah dengan desain yang seragam bernuansa Majapahit. Ornamen bata merah menghiasi pagar, gapura, dan bangunan warga sehingga menciptakan suasana yang unik. Kampung ini tidak hanya menawarkan wisata sejarah, tetapi juga memperlihatkan bagaimana masyarakat modern hidup berdampingan dengan warisan budaya leluhur.
Selain menjadi pintu masuk untuk mengenal peradaban Majapahit, Kampung Majapahit juga berada dekat dengan berbagai situs bersejarah seperti Candi Brahu, Candi Bajang Ratu, Candi Tikus, Museum Majapahit, hingga Kolam Segaran. Lokasi ini menjadikannya salah satu pusat wisata budaya dan edukasi yang ramai dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah.
Salah seorang anggota Tim Gowes VISI.NEWS, Edi Sudjono, mengaku terkesan dengan upaya masyarakat dan pemerintah dalam menghadirkan kembali atmosfer kejayaan Majapahit melalui penataan desa.
"Begitu memasuki kawasan ini, kita seperti dibawa ke masa ratusan tahun lalu. Rumah-rumahnya memiliki identitas yang kuat dan menggambarkan kebesaran peradaban Majapahit. Ini bukan sekadar kampung wisata, tetapi juga ruang edukasi sejarah yang hidup," ujar Edi.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!