Kampung Majapahit, Jejak Kejayaan yang Hidup Kembali

ED
Selasa, 23 Juni 2026 | 10:22 WIB
Bagikan
/

VISI.NEWS | MOJOKERTO - Kayuhan sepeda Tim Gowes VISI.NEWS di kawasan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, membawa rombongan memasuki sebuah desa yang seolah menjadi mesin waktu menuju masa kejayaan Kerajaan Majapahit. Desa Wisata Kampung Majapahit Bejijong menghadirkan suasana yang berbeda. Deretan rumah warga dengan arsitektur khas Majapahit, gapura bata merah yang menjulang, serta nuansa budaya yang masih terpelihara membuat kawasan ini menjadi salah satu destinasi unggulan wisata sejarah di Indonesia.

Memasuki kawasan Bejijong, mata pengunjung langsung disuguhi pemandangan rumah-rumah dengan desain yang seragam bernuansa Majapahit. Ornamen bata merah menghiasi pagar, gapura, dan bangunan warga sehingga menciptakan suasana yang unik. Kampung ini tidak hanya menawarkan wisata sejarah, tetapi juga memperlihatkan bagaimana masyarakat modern hidup berdampingan dengan warisan budaya leluhur.

Selain menjadi pintu masuk untuk mengenal peradaban Majapahit, Kampung Majapahit juga berada dekat dengan berbagai situs bersejarah seperti Candi Brahu, Candi Bajang Ratu, Candi Tikus, Museum Majapahit, hingga Kolam Segaran. Lokasi ini menjadikannya salah satu pusat wisata budaya dan edukasi yang ramai dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah.

Salah seorang anggota Tim Gowes VISI.NEWS, Edi Sudjono, mengaku terkesan dengan upaya masyarakat dan pemerintah dalam menghadirkan kembali atmosfer kejayaan Majapahit melalui penataan desa.

"Begitu memasuki kawasan ini, kita seperti dibawa ke masa ratusan tahun lalu. Rumah-rumahnya memiliki identitas yang kuat dan menggambarkan kebesaran peradaban Majapahit. Ini bukan sekadar kampung wisata, tetapi juga ruang edukasi sejarah yang hidup," ujar Edi.

Menurut Edi, Kampung Majapahit menjadi contoh bagaimana sejarah dapat menjadi kekuatan pembangunan daerah sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat.

"Yang menarik, masyarakat tidak hanya menjaga warisan sejarah, tetapi juga memanfaatkannya untuk meningkatkan kesejahteraan. Ada UMKM, kerajinan, kuliner, hingga jasa wisata yang tumbuh bersama pelestarian budaya. Ini contoh bahwa sejarah bisa memberi nilai ekonomi tanpa kehilangan jati dirinya," katanya.

Edi juga menilai kawasan Trowulan memiliki potensi besar sebagai pusat pembelajaran sejarah nasional.

"Kalau ingin belajar tentang Majapahit, tidak cukup hanya membaca buku. Datang ke Trowulan dan Kampung Majapahit akan memberikan pengalaman yang berbeda. Kita bisa melihat langsung bagaimana jejak peradaban besar Nusantara masih bertahan hingga sekarang," tambahnya.

Sementara itu, anggota Tim Gowes VISI.NEWS lainnya, Untung Sumarsono, menyoroti keberhasilan warga dalam menjaga karakter desa sehingga tetap memiliki daya tarik yang kuat bagi wisatawan.

"Saya melihat masyarakat di sini memiliki kebanggaan terhadap sejarahnya. Itu terlihat dari bagaimana mereka merawat lingkungan, rumah, dan berbagai peninggalan budaya yang ada. Semangat seperti ini penting agar generasi muda tidak melupakan akar sejarah bangsanya," ujar Untung.

Menurut Untung, Kampung Majapahit bukan hanya menarik bagi wisatawan domestik, tetapi juga berpotensi menjadi destinasi kelas dunia.

"Kalau dikelola dan dipromosikan secara konsisten, kawasan ini bisa menjadi magnet wisata internasional. Banyak negara tidak memiliki situs sejarah selengkap dan sebesar Trowulan. Ini aset bangsa yang luar biasa," katanya.

Ia juga mengapresiasi keberadaan sentra kerajinan dan UMKM yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat setempat.

"Yang saya kagumi, warga tidak hanya menjual cerita sejarah. Mereka juga menghasilkan berbagai produk kerajinan dan usaha kreatif yang memperkuat daya tarik wisata. Jadi wisatawan datang bukan hanya untuk melihat, tetapi juga berinteraksi dan membawa pulang pengalaman budaya," tutur Untung.

Di sela perjalanan, Tim Gowes VISI.NEWS menyaksikan aktivitas warga yang tetap berjalan normal di tengah geliat wisata. Anak-anak bermain di halaman rumah bergaya Majapahit, para perajin menekuni pekerjaan mereka, sementara wisatawan sibuk mengabadikan keindahan arsitektur desa yang unik.

Bagi Tim Gowes VISI.NEWS, Kampung Majapahit Bejijong merupakan bukti bahwa warisan sejarah tidak harus menjadi benda mati yang tersimpan di balik etalase museum. Di desa ini, sejarah hadir dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Setiap rumah, setiap gapura, dan setiap sudut kampung seakan menjadi pengingat bahwa Nusantara pernah memiliki peradaban besar yang disegani dunia.

Perjalanan menyusuri Kampung Majapahit pun meninggalkan kesan mendalam. Di tengah arus modernisasi yang terus berkembang, masyarakat Bejijong menunjukkan bahwa menjaga sejarah bukan berarti menolak kemajuan, melainkan menjadikan warisan masa lalu sebagai fondasi untuk membangun masa depan yang lebih kuat dan berkarakter. Bagi Tim Gowes VISI.NEWS, Kampung Majapahit adalah bukti nyata bahwa kejayaan masa lalu masih dapat hidup dan menginspirasi hingga hari ini.

Napak tilas yang didukung Komite Sepeda Indonesia (KSI) Kabupaten Bandung, Kakanwil Ditjen Pemasyarakatan Sumatera Barat, PT. Pupuk Kujang, Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) PCNU Kabupaten Bandung, Diskominfo Kabupaten Bandung, Bapenda, PT. BPR Kerta Raharja, dan Perumda Tirta Raharja ini menjadi pengingat bahwa sejarah bukan sekadar catatan masa lalu. Di balik setiap perjalanan, lorong, dan bangunan kuno terdapat nilai-nilai perjuangan, toleransi, serta kebijaksanaan yang tetap relevan bagi kehidupan masa kini.***

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.