KAJIAN | Tawasul (Bagian 2)
Oleh Gus Basir
Khilaf / Perbedaan Ulama
DARI ketiga metode tawassul yang sudah dibahas sebelumnya (penjelasan setelahnya) para ulama sepakat atas keabsahan ( masyruiyah) melakukan tawasul model pertama dan kedua. Keabsahan kedua tawassul tersebut mempunyai dasar hukum Al-Qur’an dan Hadits Nabi SAW. Terkait metode tawasul yang pertama Allah SWT berfirman.
ولله الاسماءالحسنى فادعوه بها . وذرواالذين يلحدون في اسمائه. سيجزون ماكانوا يعملون.
“Hanya milik Allah SWT asm’a al-Husna, maka bermohonlah kepadaNya dengan menyebut asm’a al-Husna itu, dan tingggalkan-lah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-namaNya, nanti mereka akan mendapati balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan (QS. Al-A’raf: 180).
Begitupula Nabi SAW dalam berbagai kesempatan mengajarkan umatNya bertawasul dalam menyebut nama, sifat, dan perbuatan Allah SWT seperti tiga hadits dalam contoh tawasul tersebut (penjelasan setelahnya).
Sementara keabsahan tawasul model yang kedua, yakni tawasul dengan amal saleh telah disepakati para ulama dengan dasar kisah tiga orang saleh golongan Bani Israel yang terjebak didalam Goa, saat mereka berteduh dari hujan dalam perjalanan mereka mengais rejeki di hutan. Kemudian pintu goa tertutup batu besar yang tidak bisa mereka singkirkan, salah satunya berkata, “Sungguh Demi Allah SWT tiada yang bisa menyelamatkan kalian melainkan keikhlasan dalam melakukan amal saleh!”.
Orang pertama kemudian berdo’a.
“Ya Allah ! andai engkau tahu, sungguh aku memiliki seorang buruh yang bekerja padaku dengan upah gandum beberapa takar. Lalu ia pergi pergi dan meninggalkannya. Lalu aku kelola gandum itu, aku tanam dan hasilnya aku belikan seekor sapi. Pada waktu berikutnya ia mendatangiku dan meminta upahnya. Maka aku berkata, 'Ambillah sapi itu dan giringlah ( pulang )!'. Ia menjawab, 'Hak upahku yang ada padamu hanyalah gandum beberapa takar'. Aku katakana padanya, 'Ambillah sapi itu, karena itulah hasil gandum tersebut!'. Lalu ia menggiring sapi tersebut, bila engkau tahu sungguh aku lakukan hal itu karena rasa takut kepadaMu, Maka bebaskan kami". Kemudian batu itu sedikit retak.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!