KAHMI Jabar Desak Arteria Dahlan Minta Maaf dan Diberi Sanksi

ED
Rabu, 19 Januari 2022 | 13:29 WIB
Bagikan
KAHMI Jabar Desak Arteria Dahlan Minta Maaf dan Diberi Sanksi

VISI.NEWS | PURWAKARTA - Menyoal pernyataan kontroversial Arteria Dahlan terkait rapat Kajati Jan Asep M Mulyana yang menggunakan bahasa Sunda, Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islami Jawa Barat (Kahmi Jabar) angkat bicara.

Koordinator Presidium Kahmi Jabar, Johni Martiyus Sutan Sarialam, meminta Badan Kehormataan DPR RI memberikan sanksi kepada anggota Komisi III DPR RI, Arteria Dahlan, karena melontarkan pernyataan kontroversial terkait Bahasa Sunda.

Pernyataan kontroversial Arteria itu ialah meminta Jaksa Agung mencopot salah satu Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) karena menggunakan Bahasa Sunda dalam rapat.

"Sangat layak (disanksi). Ini sudah bibit perpecahan bangsa, sudah tendensius pada satu suku," tegas Koordinator Presidium Kahmi Jabar, Johni Martiyus Sutan Sarialam, dalam keterangan tertulisnnya, dilansir dari Purwakartatalk.com, pada Rabu (19/1/2022).

Menurutnya, PDIP juga selaku partai pengusung Arteria memberikan peringatan bahkan sanksi kepada anggotanya tersebut. "PDIP perlu mengevaluasi Arteria karena pernyataanya melukai banyak orang," ujarnya.

Johni menilai, pernyataan Arteria itu tidak mencerminkan jiwa nasionalisme yang seharusnya diimplementasikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Terlebih, Arteria merupakan Wakil Rakyat yang berinteraksi dengan masyarakat Indonesia dengan latar belakang suku dan bahasa yang berbeda-beda. Seharusnya, kata Joni, persoalan penggunaan bahasa seharusnya disikapi dengan bijak.

Johni meminta agar Jaksa Agung tidak memenuhi permintaan Arteria untuk memecat Kajati hanya karena penggunaan bahasa dalam rapat. Sebab, jika hal itu disetujui, maka bakal terjadi pemecataan dikalangan pejabat lain yang menggunakan berbagai bahasa, seperti bahasa Inggris dan bahasa kedaerahaan lainnya.

"Statment Arteria Dahlan tidak mencerminkan pemimpin, membahayakan persatuan dan kesatuan bangsa," katanya.

Johni mendesak agar Arteria meminta maaf kepada masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat Suku Sunda.

"Kahmi Jabar menuntut Arteria meminta maaf," pungkasnya. @der

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.