Kades Neglasari: Permasalahan di Desa dan Kegiatan Usaha Atasi Kemiskinan Ekstrem

Desi Rossilawati
Minggu, 22 Juni 2025 | 21:37 WIB
Bagikan
Kades Neglasari: Permasalahan di Desa dan Kegiatan Usaha Atasi Kemiskinan Ekstrem

VISI.NEWS | KAB. BANDUNG - Pemerintah Desa Neglasari, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung, sangat mendukung program pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten dalam upaya percepatan penurunan kemiskinan ekstrem sebagaimana yang disampaikan Inpres No 8 tahun 2025.

Inpres Nomor 8 Tahun 2025 adalah Instruksi Presiden tentang Optimalisasi Pelaksanaan Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem.

"Dengan situasi seperti ini tidak bertambah persentase (%) keluarga miskin juga sudah alhamdulillah. Tetapi yang jelas kami dari unsur pemerintah desa sangat mendukung program pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten. Tapi realistis bahwa masalah yang dihadapi tidak sederhana," kata Kepala Desa (Kades) Neglasari Asep Zaenal Malik Ibrahim dalam keterangannya di Desa Neglasari, Minggu (22/6/2025).

Asep mengatakan masalah yang dihadapi sekarang oleh pemerintah desa, di antaranya korban PHK (pemutusan hubungan kerja) dari perusahaan tempat mereka bekerja.

"Mereka berpotensi menjadi warga miskin baru. Belum lagi usia produktif yang masih menganggur, dan lulusan pendidikan yang belum mendapatkan kesempatan lapangan kerja untuk kebutuhan sendiri dan keluarganya," tuturnya.

Tak hanya korban PHK, Asep menyebutkan, ada pula warga korban judi online (judol), marak pinjaman online, kemudian tingginya angka perceraian.

"Menghadapi kondisi demikian, keluarga miskin semakin rentan," ucapnya.

Meski mengahadapi berbagai persoalan dan tantangan yang dialami masyarakat, kata Asep, Pemerintah Desa Neglasari berusaha untuk melakukan kegiatan usaha dengan harapan bisa mengurangi angka kemiskinan.

"Usaha Desa Neglasari ini berharap ekonomi desa hidup, sehingga melibatkan kelompok usaha, kelompok ternak, kelompok pengrajin dan lain-lain," harapnya.

Harapan lainnya dapat membuka lapangan pekerjaan, katanya, dari sektor wisata, UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah) dan lain-lain.

Pemerintah desa juga berusaha untuk mendorong pengangguran baru untuk menjadi pekerja terampil. Terutama bagi mereka usia produktif, sebagai upaya pemberdayaan ke arah peningkatan ekonomi masyarakat.

"Pemerintah desa berusaha untuk melaksanakan pelatihan dan bantuan usaha, bantuan ternak, bantuan perijinan. Pelaksanaan pendidikan dan pelatihan serta pemberian bantuan ada yang dilaksanakan oleh desa, dinas dan pemerintah daerah," tuturnya.

Asep pun sempat hadir pada kegiatan rembug warga bersama Menko Pemberdayaan Masyarakat RI Abdul Muhaimin Iskandar di Lapangan Mini Soccer Desa Wangisagara Kecamatan Majalaya Kabupaten Bandung Jawa Barat, Sabtu (21/6/2025).

Rembug warga dengan tema 'Koordinasi Pengentasan Kemiskinan dan Optimalisasi Pelaksanaan Inpres 8 tahun 2025'.

Hadir pula Wakil Ketua DPR-RI Cucun Ahmad Syamsurijal, Bupati Bandung Dadang Supriatna dan para pihak lainnya. @desi

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.