Jumpa Nuim Khaiyath, Wartawan Legendaris Radio Australia

ED
Rabu, 25 Mei 2022 | 06:52 WIB
Bagikan
Jumpa Nuim Khaiyath, Wartawan Legendaris Radio Australia

Setelah pensiun Nuim memilih tetap tinggal di Melbourne. Kenapa tak pulang ke Tanah Air? Jawabannya begini, "Kalau orang Medan mengatakan tempat jauh lagi dikenang, ini kan pula tempat bermain," katanya.

Nuim terus terang mengaku dia berat meninggalkan Melbourne."Ketika masih kerja di RASI, saya bayar pajak lebih dari AU$ 30.000 per tahun ( Rp.320 juta). Jadi saya ikut membantu pemerintah ," katanya.

Kini setelah tak bekerja lagi, Nuim merasa giliran pemerintah Australia membantunya, karena sebagian pengeluarannya ditanggung oleh pemerintah Australia. Masa awal pandemi Covid-19, Nuim juga mendapat santunan uang dari Pemerintah Australia.

Heboh Syamsul Nursalim

Meskipun sudah lama mengenal nama dan kiprahnya, tapi pertemuan saya dengan Nuim secara fisik baru dua kali. Yang pertama, tiga tahun lalu. Waktu Salat Idul Adha 1440 H/2019 di Gedung Konsulat Jenderal RI di Melbourne. Nuim menjadi Imam dan Khatib Salat Ied waktu itu. Saya tertarik mewawancarainya karena kebetulan wartawan senior Marah Sakti baru saja menurunkan tulisan di "Ceknricek.com" berjudul "Kasus SKL-BLBI Dan Kesaksian Yang Menyudutkan Megawati" (7 September 2018).

Dalam tulisan itu nama Nuim Khaiyath disebut sebagai sosok yang memberi kesaksian mengenai keberadaan buron pengemplang BLBI 37 T Syamsul Nursalim di Melbourne. Padahal, seharusnya yang bersangkutan menghadiri sidang pengadilan di Tanah Air.

Nuim mengetahui Syamsul Nursalim berada di Melbourne untuk bertemu Taufiq Kiemas dan Puan Maharani. Nuim menyoal itu. "Jarak Singapura (tempat Syamsul Nursalim bersembunyi) dengan Jakarta hanya butuh satu jam penerbangan. Tapi Syamsul yang mengaku sakit bisa terbang ke Australia yang berjarak 8 jam penerbangan," kata Nuim.

Apalagi tidak lama setelah pertemuan itu pemerintah RI pun menerbitkan Surat Keterangan Lunas (SKL) untuk Syamsul Nursalim. Kejadian tahun 2002 itulah yang diungkit kembali dalam tulisan Marah Sakti berdasar kesaksian Nuim.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.