Jumpa Nuim Khaiyath, Wartawan Legendaris Radio Australia
Swab Antigen
Nama lengkap wartawan legendaris ini : Nuim Mahmud Khaiyath. "Arti hayat adalah “yang hidup", sedangkan khaiyath, artinya tukang jahit - Panjaitan.. Hahaha, " sergahnya spontan.
Ayah 4 Anak dan kakek 11 cucu, kelahiran Medan, Sumatera Utara, 7 Desember 1938 itu tampak masih sangat bugar.
" Insya Allah, tahun ini saya menginjak usia 84 tahun,” ujarnya.
Apa resepnya sehingga awet muda dan bugar?
" Jangan anggap diri sudah tua, terus berkarya dan olahraga. Bukan hanya yang aerobik melainkan juga yang melibatkan resistensi - angkat beban/besi misalnya, " sahut pria kelahiran Medan yang dibesarkan di Jalan Masjid Gg Bengkok, Medan.
Sebenarnya kami janji bertemu minggu lalu, namun batal. Sehari sebelum pertemuan, Nuim kirim pesan di WhatsApp. Dia mendadak pilek hari itu. Di Melbourne, dan pada umumnya kota-kota di Australia yang kasus Covid-19nya masih tinggi riskan berinteraksi dalam kondisi kesehatan seperti itu. Walaupun di Australia kini sudah bebas, tidak ada lagi pembatasan kegiatan masyarakat, namun ada juga masyarakat yang fanatik masih memberlakukan persyaratan rapid Test Antigen sebelum menghadiri pertemuan.
Berkaca pada alasan itu, saya pun membawa tiga kit Swab Antigen ke resto, siang itu. Tapi Nuim tidak mau menggunakan. Alasannya karena baru semalam dia diswab Antigen. “ Jangan khawatir, saya setiap hari test. Vaksin saya sudah tiga kali, malah bersiap yang keempat," jelasnya seperti membaca pikiran saya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!