Jerih Payah Keliling Jual Kain, Mursalam Naik Haji
Ia jalankan tekadnya berhaji dengan sepenuh hati, setelah menikahkan anak pertamanya, mulai ia daftar haji dengan menyisihkan keuntungannya berdagang. Menurutnya, untuk nabung haji, selain berjualan kain, ia jajakan sayuran kangkung, cabe, daun singkong yang ditanam di kebun kecil miliknya di pasar.
“Tahun 2011, saat puasa, aku menangis berdoa, ya Allah bila terkumpul uang setahun ini aku langsung daftar haji , alhamdulillah doaku dikabulkan, tahun 2011 aku daftar haji,” kata Mursalam bahagia.
Dikatakannya, keuntungannya yang ia peroleh tidak seluruhnya dibelikan barang jualan lagi, tapi ia tabung untuk haji. Kadang ia hanya untung 2.000 bahkan pernah 2 juta karena ada yang borong jualannya, ada yang pesan seragam seolah, keuntungannya ia sisihkan untuk naik haji, begitu seterusnya.
“Allah sayang sama aku, hingga akhirnya bisa daftar haji, aku menangis saat mohon pada Allah, dan Allah kabulkan aku daftar haji. Anakku heran ibunya bisa mengumpulkan uang sebanyak 25 juta untuk daftar haji, aku yakinkan pada anakku, ini sepenuhnya karena kehendak Allah. Aku bersyukur, segala lelah capek Alllah ganti,” tuturnya.
Ia mengaku puas saat melihat rumah Allah tegak berdiri di hadapannya, Kakbah yang ia pernah ia lihat di mimpinya.
“Puas rasanya selama hidup ini melihat Kakbah, rasa lelah capek sudah tidak ingat lagi saat mencari uang untuk daftar haji, sempurna rasanya hidupku,” tuturnya.
Di hadapan Kakbah, ia berdoa keturunannya bisa ke Tanah Suci menyambung langkah yang pernah ia rintis menjadi tamu Allah.
“Saat di Arafah, aku mohon ampun untuk orangtuaku agar ditempatkan di taman surga, aku tidak mungkin melupakan jasa mereka,” ujar Mursalam menangis mengenang orangtuanya yang telah tiada.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!