Jerih Payah Keliling Jual Kain, Mursalam Naik Haji
Sebelum menetap di Rohul sejak 20 tahun lalu, Mursalam berjualan di Medan dan Padang. Ia pernah mengalami masa-masa sulit saat hampir bangkrut. Kondisi tersebut membuatnya terpukul dan patah semangat, dagangannya sulit terjual.
“Liku-liku hidupku, aku jualan di tiga kota, jualan di Medan di sana bangkrut, lalu di Sumbar jualanku sempat naik lalu jatuh, dan akhirnya pindah ke Riau. Keberkahanku jualan kain ini di Riau,” ujar Mursalam terbata-bata mengingat masa sulitnya.
Karena tidak punya kios, ia menjajakan jualannya dengan berkeliling di pasar-pasar, menggelar dagangannya di atas tanah di tengah hiruk pikuk pasar.
“Ketika jualanku naik, Allah pernah beri aku ujian, maka aku pun jatuh. Aku yakin, Allah tidak pernah meninggalkanku sendirian, dengan tabah dan sabar, ujian tersebut aku tetap jalani,” paparnya berkaca-kaca.
Ketika memutuskan pindah ke Riau, wanita tegar itu berkisah, salah seorang rekannya menilai barang dagangan yang ia miliki akan sulit laku karena modelnya sudah tertinggal.
“Barang daganganku hanya tinggal ini, sisa dari saat aku jatuh. Pada saat tahun baru, ada pembeli yang membeli seluruh barang dagangan yang sebelumnya 'dihina' temanku. Memang aku akui, barangku kurang bagus, tapi yang Kuasa tunjukkan orang yang membelinya, pembelinya orang Nias, pada tahun baru, itu jualanku diborong habis,” kisahnya
Berniat haji menurutnya sudah ada sejak muda, niat tersebut mulai ia wujudkan sejak memutuskan pindah dari Sumbar ke Riau. Ia pun bernazar kurban selain haji saat pindah ke Riau.
“Ya Allah, Ya Tuhanku kalau aku pindah nanti, aku akan kurban dan nabung naik haji. Alhamdulillah terkabul,” kata dia.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!