Jelang Ramadan, Ini Tips Makan Sehat dari Para Ahli di Arab Saudi
Jangan takut memasukkan sumber lemak sehat seperti yang dikatakan Amaneddine bahwa sedikit lemak penting untuk makanan seimbang yang sehat. Contoh lemak sehat termasuk minyak zaitun, alpukat, kacang-kacangan dan biji-bijian. “Beberapa vitamin membutuhkan lemak untuk larut ke dalam aliran darah Anda dan memberi nutrisi,” jelasnya.
Kepala Ahli Diet di Rumah Sakit Gargash Dubai, Lama Sinjer mengatakan bahwa meskipun ada godaan untuk memanjakan diri, seseorang harus mencoba buah-buahan atau makanan penutup yang ringan.
Sinjer juga mengimbau bagi yang berpuasa untuk tidak melewatkan waktu makan baik itu buka puasa maupun sahur. Sahur, yang merupakan makanan terakhir yang boleh dilakukan umat Islam sebelum berpuasa lagi di hari itu, juga harus seimbang.
“Seseorang bisa makan sandwich seperti labneh (yoghurt saring) dan mentimun. Pisang adalah pilihan yang baik karena potasium juga penting untuk dikonsumsi sebelum puasa,” ujarnya. Pilihan sahur lainnya bisa berupa lentil dengan roti atau protein apa pun dengan produk susu.
Hindari Minuman Manis
Menyoroti pentingnya tetap terhidrasi, Sinjer dan Amaneddine mengatakan bahwa air harus menjadi sumber hidrasi pertama saat berbuka puasa. Rekomendasinya adalah minum rata-rata delapan hingga 10 gelas air setelah berbuka puasa dan sampai waktu sahur.
Hindari minum minuman Ramadan populer seperti jallab, tamereddine dan amareddine karena tinggi gula dan kalori. Yoghurt dan susu juga dianjurkan. Selain sup menjadi cara yang bagus untuk memastikan hidrasi, buah dan sayuran adalah cara lain untuk mengimbangi air yang hilang di siang hari. Beberapa contohnya adalah mentimun, selada, tomat, paprika, stroberi, dan semangka.
Moderasi, Kunci Ramadan
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!