Akademi Persib Bandung Lolos Final Hydroplus Soccer League U18 11 Jul 2026 Ole Romeny Tinggalkan Oxford United Gabung Fortuna Sittard 11 Jul 2026 Saat Presiden RI Pilih Tunda Proyek Strategis Demi Selamatkan Stabilitas Ekonomi 11 Jul 2026 Daftar Harga Tiket Konser ENHYPEN di JIS 2027 11 Jul 2026 Profil Tan Kian Konglomerat Properti yang Disorot Kasus Asabri 11 Jul 2026 Arus Kendaraan Menuju Sukabumi Meningkat di Momen Akhir Libur Sekolah 11 Jul 2026 Polisi Periksa 15 Saksi Usai Geledah 12 Lokasi, Termasuk Tan Kian 11 Jul 2026 Profil Rudi Margono yang Ditunjuk Jadi Plt Jampidsus Kejagung 11 Jul 2026 Conor McGregor Kembali Hadapi Max Holloway di UFC 329 11 Jul 2026 Jasa Marga Gelar Pemeliharaan Tol Jagorawi, Simak Jadwal dan Titiknya 11 Jul 2026 Akademi Persib Bandung Lolos Final Hydroplus Soccer League U18 11 Jul 2026 Ole Romeny Tinggalkan Oxford United Gabung Fortuna Sittard 11 Jul 2026 Saat Presiden RI Pilih Tunda Proyek Strategis Demi Selamatkan Stabilitas Ekonomi 11 Jul 2026 Daftar Harga Tiket Konser ENHYPEN di JIS 2027 11 Jul 2026 Profil Tan Kian Konglomerat Properti yang Disorot Kasus Asabri 11 Jul 2026 Arus Kendaraan Menuju Sukabumi Meningkat di Momen Akhir Libur Sekolah 11 Jul 2026 Polisi Periksa 15 Saksi Usai Geledah 12 Lokasi, Termasuk Tan Kian 11 Jul 2026 Profil Rudi Margono yang Ditunjuk Jadi Plt Jampidsus Kejagung 11 Jul 2026 Conor McGregor Kembali Hadapi Max Holloway di UFC 329 11 Jul 2026 Jasa Marga Gelar Pemeliharaan Tol Jagorawi, Simak Jadwal dan Titiknya 11 Jul 2026

Jawaban Sama Nilai Beda di LCC 4 Pilar, Habib Syarief Pertanyakan Profesionalitas Juri

Desi Rossilawati
Selasa, 12 Mei 2026 | 14:29 WIB
Bagikan
Jawaban Sama Nilai Beda di LCC 4 Pilar, Habib Syarief Pertanyakan Profesionalitas Juri

VISI.NEWS | JAKARTA - Polemik penilaian dalam final Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR tingkat Provinsi Kalimantan Barat memicu kritik keras dari DPR.

Anggota Komisi X DPR, Habib Syarief Muhammad, mendesak Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap mekanisme penjurian ajang tersebut.

Sorotan tajam muncul setelah dewan juri memberikan nilai berbeda terhadap jawaban yang dinilai memiliki substansi sama dari dua sekolah peserta.

Peristiwa itu dinilai mencederai rasa keadilan sekaligus merusak kredibilitas kompetisi yang membawa nama besar pendidikan kebangsaan.

“Adanya perbedaan penilaian terhadap jawaban yang sama dari dua peserta menunjukkan mekanisme penjurian perlu dievaluasi total. Kami berharap ini menjadi insiden terakhir. Sistem penilaian harus objektif, adil, dan transparan agar kredibilitas lomba tetap terjaga,” ujarnya, Selasa (12/5/2026).

Polemik bermula ketika Grup C dari SMAN 1 Pontianak menjawab pertanyaan terkait proses pemilihan anggota BPK. Jawaban tersebut justru diganjar minus lima oleh juri.

Sementara pada sesi lain, Grup B dari SMAN 1 Sambas memperoleh nilai 10 untuk jawaban yang dianggap memiliki substansi serupa.

Juri berdalih Grup C tidak secara jelas menyebut Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Namun alasan itu memicu protes peserta karena mereka merasa inti jawaban sudah sesuai dengan materi yang ditanyakan.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.