Jawaban Sama Nilai Beda di LCC 4 Pilar, Habib Syarief Pertanyakan Profesionalitas Juri
Kondisi tersebut langsung memantik perdebatan publik di media sosial. Banyak pihak mempertanyakan standar penilaian dan profesionalitas dewan juri dalam lomba yang seharusnya menjadi contoh penerapan nilai keadilan dan objektivitas.
Habib menegaskan, kejadian ini tidak boleh dianggap persoalan teknis biasa. Menurutnya, kesalahan penilaian dalam ajang nasional bertema Empat Pilar justru berpotensi memberikan contoh buruk kepada pelajar mengenai praktik keadilan dalam demokrasi.
“Sesuai petunjuk pelaksanaan, panitia seharusnya memonitor setiap tahapan. Evaluasi pasca-seleksi penting untuk mengidentifikasi kekurangan dan memberikan rekomendasi perbaikan agar tidak terjadi kesalahan pendengaran atau persepsi juri,” tegas legislator asal Jawa Barat tersebut.
Ia juga menyoroti lemahnya sistem verifikasi jawaban dalam lomba yang berlangsung cepat dan penuh tekanan. Karena itu, Habib mengusulkan dua langkah konkret agar polemik serupa tidak kembali terjadi.
Pertama, seluruh juri diminta menggunakan headset atau earphone berkualitas tinggi agar mampu mendengar jawaban peserta secara presisi.
Kedua, seluruh sesi perlombaan wajib direkam dengan kualitas audio dan visual yang memadai sebagai alat bukti jika muncul sengketa penilaian.
“Kalau ada perdebatan, rekaman audio bisa diputar ulang. Ini penting demi akuntabilitas penilaian,” katanya.
Di tengah kontroversi tersebut, Habib justru memberikan apresiasi kepada peserta yang berani menyampaikan protes secara terbuka.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!