Hari Terakhir Pencarian 8 Orang Hilang di Anak Krakatau, SAR Siapkan Perpanjangan 17 Sep 2026 Jamsostek Award 2026 Perkuat Perlindungan Pekerja di Jawa Barat 17 Sep 2026 Abdul Azis Sefudin Tekankan Solidaritas untuk Jaga Persatuan di Tengah Keberagaman 17 Sep 2026 VISI | Pemberhentian 17 Sep 2026 Buntut Dugaan Pelecehan, Oknum Pejabat Dishub Sukabumi Diberhentikan Sementara 17 Sep 2026 Update Ranking Liga Indonesia Usai Persib Kalahkan FC Seoul 17 Sep 2026 Timnas U20 Indonesia Gelar TC di China Jelang Piala Asia 2027 17 Sep 2026 Rupiah Kamis Ditutup Melemah ke Rp17.753 per Dolar AS 17 Sep 2026 Soal Usulan Parliamentary Threshold 5%, PAN Ingatkan Perbaikan Kualitas Pemilu Lebih Mendesak 17 Sep 2026 KPK Geledah Ruangan Dirjen PPTR Terkait Suap HGB 17 Sep 2026 Hari Terakhir Pencarian 8 Orang Hilang di Anak Krakatau, SAR Siapkan Perpanjangan 17 Sep 2026 Jamsostek Award 2026 Perkuat Perlindungan Pekerja di Jawa Barat 17 Sep 2026 Abdul Azis Sefudin Tekankan Solidaritas untuk Jaga Persatuan di Tengah Keberagaman 17 Sep 2026 VISI | Pemberhentian 17 Sep 2026 Buntut Dugaan Pelecehan, Oknum Pejabat Dishub Sukabumi Diberhentikan Sementara 17 Sep 2026 Update Ranking Liga Indonesia Usai Persib Kalahkan FC Seoul 17 Sep 2026 Timnas U20 Indonesia Gelar TC di China Jelang Piala Asia 2027 17 Sep 2026 Rupiah Kamis Ditutup Melemah ke Rp17.753 per Dolar AS 17 Sep 2026 Soal Usulan Parliamentary Threshold 5%, PAN Ingatkan Perbaikan Kualitas Pemilu Lebih Mendesak 17 Sep 2026 KPK Geledah Ruangan Dirjen PPTR Terkait Suap HGB 17 Sep 2026

Jamsostek Award 2026 Perkuat Perlindungan Pekerja di Jawa Barat

ED
Kamis, 17 September 2026 | 17:03 WIB
Bagikan
Jamsostek Award 2026 Perkuat Perlindungan Pekerja di Jawa Barat

VISI.NEWSBPJS Ketenagakerjaan Kantor Wilayah Jawa Barat memberikan penghargaan Jamsostek Award 2026 Tingkat Provinsi Jawa Barat kepada pemerintah daerah, pemerintah desa/kelurahan, serta badan usaha yang dinilai memiliki komitmen kuat dalam memperluas perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi para pekerja.

Penghargaan yang digelar di Kabupaten Bandung Barat pada Kamis (17/9/2026) tersebut menjadi bentuk apresiasi atas berbagai inovasi, kebijakan, dan kontribusi nyata para pemangku kepentingan dalam mendukung terwujudnya Universal Coverage Jamsostek (UCJ) di Jawa Barat.

Jamsostek Award merupakan program yang diinisiasi Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Ketenagakerjaan, serta BPJS Ketenagakerjaan. Program ini telah berlangsung sejak 2017 dan tahun 2026 menjadi penyelenggaraan ke-9. Sebelumnya, penghargaan tersebut dikenal dengan nama Paritrana Award.

Secara filosofis, penghargaan ini mencerminkan kehadiran negara dalam memenuhi hak pekerja Indonesia atas perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan. Melalui semangat gotong royong, program ini diharapkan mampu memberikan rasa aman kepada pekerja, meningkatkan produktivitas, serta mencegah munculnya kemiskinan baru akibat risiko sosial yang dihadapi pekerja dan keluarganya.

Penilaian Jamsostek Award 2026 menggunakan periode Januari hingga Desember 2025. Prosesnya dilakukan secara bertahap mulai dari sosialisasi, pengumpulan dokumen, pemeriksaan dan verifikasi, pembobotan, visitasi lapangan, hingga penetapan pemenang.

Terdapat empat kategori penghargaan yang diperlombakan, yakni Pemerintah Kabupaten/Kota, Perusahaan Usaha Besar dan Menengah, Perusahaan Usaha Kecil dan Mikro, serta Pemerintah Desa/Kelurahan. Aspek penilaian mencakup cakupan kepesertaan, regulasi dan alokasi anggaran, tingkat kepatuhan, kesadaran terhadap pentingnya perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan, hingga inovasi yang dilakukan dalam memperluas perlindungan pekerja.

Berdasarkan hasil penilaian, sebanyak 12 penerima penghargaan ditetapkan sebagai pemenang tingkat Provinsi Jawa Barat. Pada kategori Pemerintah Kabupaten/Kota, Juara I diraih Pemerintah Kabupaten Cianjur, Juara II Pemerintah Kabupaten Purwakarta, dan Juara III Pemerintah Kabupaten Bandung Barat.

Sementara pada kategori Badan Usaha Besar dan Menengah, penghargaan Juara I diberikan kepada PT Semen Jawa Kabupaten Sukabumi, Juara II PT Kordon Putra Sinergi Kabupaten Sumedang, serta Juara III Hosana Medika Pratama Kabupaten Bekasi.

Adapun kategori Badan Usaha Kecil dan Mikro menempatkan PT Global Indo Pangan Kabupaten Sumedang sebagai Juara I, Indo Frozen Sentosa Kabupaten Bogor sebagai Juara II, dan Segi Tiga (Perusahaan Kecap) Kabupaten Majalengka sebagai Juara III.

Sedangkan pada kategori Pemerintah Desa/Kelurahan, Juara I diraih Desa Sukasirna, Kecamatan Sukaluyu, Kabupaten Cianjur. Juara II diberikan kepada Desa Ciburial, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, dan Juara III diraih Desa Ciptagumati, Kecamatan Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat.

Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, menyampaikan apresiasi kepada BPJS Ketenagakerjaan atas konsistensinya menyelenggarakan Jamsostek Award yang kini memasuki tahun ke-9. Menurutnya, penghargaan tersebut menjadi instrumen penting untuk mendorong perluasan perlindungan pekerja hingga ke tingkat desa.

“Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada BPJS Ketenagakerjaan Jawa Barat yang telah menggelar Jamsostek Award Tahun 2026. Saya berharap pelayanan semakin meningkat dan kolaborasi dengan pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota terus diperkuat sehingga seluruh pekerja di Jawa Barat, baik sektor informal maupun formal, dapat terlindungi program BPJS Ketenagakerjaan,” ujarnya.

Kepala Kantor Wilayah Jawa Barat BPJS Ketenagakerjaan, Deny Yusyulian, menegaskan bahwa Jamsostek Award bukan sekadar seremoni penghargaan. Menurutnya, kegiatan ini menjadi sarana untuk memperkuat kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam memperluas cakupan perlindungan pekerja.

“Jamsostek Award bukan sekadar penghargaan, tetapi menjadi apresiasi sekaligus momentum untuk memperkuat kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Kami berharap praktik baik yang telah dilakukan para penerima penghargaan dapat terus dikembangkan dan menjadi inspirasi bagi daerah maupun badan usaha lainnya,” kata Deny.

Ia menambahkan bahwa tantangan ke depan adalah memperluas perlindungan kepada pekerja informal dan kelompok pekerja rentan yang jumlahnya masih sangat besar. Untuk itu diperlukan penguatan data dan dukungan pemerintah daerah agar program perlindungan dapat tepat sasaran.

Deny memaparkan, hingga 15 September 2026 BPJS Ketenagakerjaan Kantor Wilayah Jawa Barat telah memberikan perlindungan kepada 7.812.800 pekerja atau 70,24 persen dari target 11.122.736 pekerja. Jumlah tersebut terdiri atas 5.187.195 pekerja penerima upah, 2.185.777 pekerja bukan penerima upah, serta 439.828 pekerja jasa konstruksi.

Sementara itu, sepanjang periode 2025 hingga Agustus 2026, manfaat perlindungan bagi pekerja rentan telah diberikan kepada 1.948 peserta dengan total nilai mencapai Rp66,8 miliar. Manfaat tersebut mencakup Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), serta beasiswa pendidikan bagi ahli waris.

Tidak hanya itu, selama tahun 2026 BPJS Ketenagakerjaan se-Jawa Barat telah membayarkan manfaat kepada 864.371 kasus dengan total nominal mencapai Rp11,626 triliun. Rinciannya meliputi JKK sebesar Rp690,07 miliar, JKM Rp613,29 miliar, Jaminan Hari Tua (JHT) Rp9,77 triliun, Jaminan Pensiun (JP) Rp360,96 miliar, dan Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) sebesar Rp192,09 miliar.

BPJS Ketenagakerjaan juga menyalurkan manfaat beasiswa kepada 20.084 anak dengan nilai Rp81,29 miliar. Selain itu, program Manfaat Layanan Tambahan (MLT) Perumahan telah direalisasikan untuk 162 unit rumah dengan nilai pembiayaan mencapai Rp362,69 miliar.

Menurut Deny, capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, pemerintah desa, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya yang memiliki komitmen sama dalam memperluas perlindungan sosial bagi pekerja.

“Capaian ini merupakan hasil kerja bersama seluruh stakeholder. Ke depan, kami ingin kolaborasi semakin kuat sehingga perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan dapat menjangkau lebih banyak pekerja dan manfaatnya dapat dirasakan secara nyata oleh pekerja serta keluarganya,” tuturnya.

Para penerima Jamsostek Award 2026 Tingkat Provinsi Jawa Barat selanjutnya akan mewakili Jawa Barat dalam proses penilaian tingkat nasional. BPJS Ketenagakerjaan berharap penghargaan ini menjadi pemicu lahirnya inovasi-inovasi baru yang mampu memperluas cakupan perlindungan pekerja di berbagai sektor.

Melalui Jamsostek Award 2026, sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, badan usaha, dan seluruh pemangku kepentingan diharapkan semakin kuat dalam membangun ekosistem perlindungan ketenagakerjaan yang inklusif, berkelanjutan, dan mampu menjangkau seluruh pekerja di Jawa Barat.

@uli/nikke

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.