Jakarta Dikepung Krisis Iklim, Anak dan Remaja Perempuan Bergerak!
Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia) bersama PREDIKT secara resmi meluncurkan CERIA (Climate Education, Resilience, Innovation, and Action) di Jakarta, yang didukung oleh PlanBørnefonden (Denmark). /visi.news/ist
VISI.NEWS | BANDUNG - Di tengah meningkatnya risiko perubahan iklim yang semakin nyata di wilayah perkotaan, anak-anak dan kaum muda, terutama remaja perempuan, menjadi kelompok yang paling terdampak sekaligus memiliki potensi besar sebagai agen perubahan.
Berdasarkan data Children's Climate Risk Index (2024), Indonesia termasuk negara dengan risiko iklim tinggi bagi anak. Di Jakarta sendiri, jutaan anak menghadapi ancaman berlapis mulai dari banjir, polusi udara, hingga degradasi lingkungan yang berdampak langsung pada kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan mereka. Dalam situasi ini, anak perempuan menghadapi kerentanan ganda, termasuk meningkatnya risiko kekerasan, putus sekolah, dan keterbatasan akses terhadap informasi serta pengambilan keputusan.
Menjawab tantangan tersebut, Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia) bersama PREDIKT secara resmi meluncurkan CERIA (Climate Education, Resilience, Innovation, and Action) di Jakarta, yang didukung oleh PlanBørnefonden (Denmark).
CERIA hadir sebagai upaya kolaboratif untuk memperkuat kesiapsiagaan perubahan iklim melalui pendekatan pendidikan, pemberdayaan, dan aksi nyata yang melibatkan anak-anak, sekolah, komunitas, serta kaum muda.
CERIA akan dilaksanakan selama tiga tahun di Jakarta Utara, Jakarta Barat, dan Jakarta Timur, menjangkau sekitar 6.000 anak usia 7–13 tahun dan 3.000 kaum muda usia 14–24 tahun. Fokus utama program meliputi peningkatan literasi iklim, kesiapsiagaan bencana, penguatan kepemimpinan kaum muda dalam aksi adaptasi iklim yang inklusif dan responsif gender, serta mendorong partisipasi anak dan kaum muda dalam advokasi dan pengambilan keputusan terkait isu iklim di tingkat lokal.
Direktur Eksekutif Plan Indonesia, Dini Widiastuti, dalam keterangan tertulis kepada VISI.NEWS, Selasa (12/5/2026) menegaskan, "Perubahan iklim juga menjadi isu keadilan sosial. Oleh karena itu, anak-anak, khususnya anak perempuan, harus dilibatkan sebagai bagian dari solusi. Melalui CERIA, kami ingin memastikan mereka memiliki pengetahuan, keterampilan, dan ruang untuk berkontribusi dalam membangun ketahanan komunitasnya."
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!