Jabar Tawarkan Enam Proyek Strategis kepada Investor Malaysia

Desi Rossilawati
Kamis, 9 Juli 2026 | 14:29 WIB
Bagikan
Jabar Tawarkan Enam Proyek Strategis kepada Investor Malaysia

Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan di acara SIBS ASEAN 2026, Kamis (9/7/2026)./visi.news/Bima Bagaskara.

VISI.NEWS - Pemerintah Provinsi Jawa Barat menawarkan enam proyek strategis bernilai besar kepada investor Malaysia dan negara-negara ASEAN dalam ajang Selangor International Business Summit (SIBS) ASEAN 2026 yang berlangsung di Kota Bandung pada 9-10 Juli 2026.

Sejumlah proyek yang dipromosikan mencakup pengembangan kawasan Kertajati Aerospace Park, pembangunan transportasi massal Bandung Raya, proyek energi terbarukan, kawasan industri, hingga sektor ekonomi kreatif. Pemerintah daerah berharap peluang investasi tersebut dapat mendorong pertumbuhan ekonomi Jawa Barat.

Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan mengatakan, Jawa Barat memiliki posisi strategis sebagai salah satu tujuan investasi utama di Indonesia. Ia menilai kehadiran 225 delegasi asal Selangor yang tergabung dalam 70 organisasi bisnis menjadi momentum penting untuk memperkuat kerja sama ekonomi kedua wilayah.

"Saya yakin kegiatan ini dapat semakin meningkatkan kerja sama yang baik antara Pemerintah Selangor dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat," kata Erwan saat membuka SIBS ASEAN 2026, Kamis (9/7/2026).

Erwan menyebut hubungan ekonomi Jawa Barat dan Malaysia terus mengalami perkembangan positif. Dalam lima tahun terakhir, realisasi investasi Malaysia di Jawa Barat mencapai Rp47 triliun, menjadikan Malaysia sebagai salah satu negara dengan nilai investasi terbesar di provinsi tersebut.

Selain investasi, Malaysia juga menjadi salah satu mitra dagang utama Jawa Barat. Negara tersebut masuk dalam 10 besar tujuan ekspor Jawa Barat dengan surplus perdagangan mencapai 1,1 miliar dolar Amerika Serikat.

Dari sektor pariwisata, wisatawan asal Malaysia juga memberikan kontribusi sekitar 12,5 persen dari total kunjungan wisatawan mancanegara ke Jawa Barat.

"Hal ini mempertegas hubungan erat dalam sektor perdagangan antara Malaysia dan Jawa Barat, khususnya Selangor," ujar Erwan.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Barat Dedi Taufik menjelaskan, proyek yang ditawarkan dalam SIBS ASEAN 2026 meliputi sektor kedirgantaraan, kawasan industri, transportasi, energi, ekonomi kreatif, serta pendidikan vokasi.

"Melalui SIBS 2026, Jawa Barat menghadirkan peluang investasi strategis pada sektor-sektor prioritas yang memiliki prospek pertumbuhan tinggi dan siap dikembangkan bersama mitra internasional," kata Dedi.

Menurut Dedi, hubungan ekonomi yang semakin erat dengan Malaysia menjadi modal penting untuk menarik investasi baru. Dalam tiga tahun terakhir, investasi Malaysia di Jawa Barat tercatat mencapai sekitar Rp44 triliun.

Pada 2025, nilai investasi Malaysia di Jawa Barat mencapai Rp25,7 triliun yang tersebar di berbagai sektor, mulai dari industri pengolahan, perdagangan, informasi dan komunikasi, pertanian, kehutanan, perikanan, hingga sektor jasa.

Salah satu proyek unggulan yang ditawarkan adalah Kertajati Aerospace Park beserta Mixed Use Commercial Area. Kawasan tersebut diproyeksikan menjadi pusat industri kedirgantaraan dan logistik baru di Indonesia melalui pengembangan ekosistem Bandara Internasional Kertajati.

Selain itu, Pemprov Jabar juga menawarkan Grand Kertajati Aerocity Commercial and Industrial Area, kawasan bisnis dan industri terpadu di wilayah Rebana Metropolitan yang disiapkan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru.

Di bidang ekonomi kreatif, peluang investasi diarahkan pada Agate International, perusahaan pengembang gim nasional, serta proyek film animasi "Super Neli The Movie: An Indonesia Story With Global Potential" yang ditargetkan memiliki pasar internasional.

Untuk sektor energi, investor ditawarkan proyek Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Cirebon Raya serta PLTS Terapung Bendungan Sadawarna sebagai bagian dari pengembangan energi bersih.

Sementara itu, sektor transportasi mencakup proyek Bandung Metropolitan Urban Railways dan LRT Kabupaten Bandung untuk mendukung kebutuhan mobilitas masyarakat di kawasan Bandung Raya.

Di bidang pendidikan, Pemprov Jawa Barat juga membuka peluang investasi dalam pengembangan Politeknik Manufakturing Bandung Kampus Majalengka sebagai pusat pendidikan vokasi yang disesuaikan dengan kebutuhan industri.

Dedi berharap berbagai proyek tersebut dapat menarik investor baru sekaligus memperkuat hubungan ekonomi antara Jawa Barat dan Malaysia.

"SIBS 2026 diharapkan menjadi sarana untuk mempererat kerja sama Jawa Barat dan Malaysia, khususnya di bidang ekonomi, investasi, perdagangan, pariwisata, serta pengembangan sektor strategis lainnya," ujarnya.

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.