IWPG Bahas Peran Perempuan Wujudkan Perdamaian Berkelanjutan di Asia-Pasifik
International Women's Peace Group (IWPG) menyelenggarakan Global Women's Peace Forum secara daring selama dua hari mulai (20/7/2026)./visi.news/ist.
Pada sesi diskusi kelompok, para peserta menyampaikan sejumlah rekomendasi sesuai kondisi di masing-masing wilayah. Kelompok yang membahas Aceh dan Kiribati mengusulkan perluasan pelatihan kepemimpinan perempuan untuk mencegah kekerasan seksual dan kekerasan dalam rumah tangga.
Kelompok lain yang membahas perdamaian dalam keluarga mengidentifikasi persepsi budaya yang menempatkan pekerjaan rumah tangga sepenuhnya sebagai tanggung jawab perempuan sebagai salah satu hambatan bagi terciptanya perdamaian.
Sementara itu, peserta dari Australia dan Filipina mengusulkan pembentukan platform dukungan bagi perempuan korban kekerasan serta perluasan pendidikan perdamaian bagi generasi muda. Kelompok perempuan multikultural dan pengungsi menilai rasa keterikatan sosial sebagai unsur penting dalam menciptakan perdamaian, termasuk membagikan praktik perpustakaan perdamaian di Mongolia.
Kelompok lainnya menyoroti persoalan diskriminasi dan penyebaran disinformasi melalui media sosial yang dinilai dapat melemahkan demokrasi dan kepercayaan masyarakat. Para peserta mendorong penguatan kerja sama antarpemerintah serta perluasan pendidikan perdamaian sebagai langkah antisipasi.
Dalam sambutan pembukaannya, Presiden IWPG Na-young Jeon menegaskan pentingnya mendengarkan pengalaman perempuan di tingkat lokal sebagai dasar penyusunan kebijakan perdamaian.
“Perempuan yang tinggal di setiap komunitas memahami tantangan yang mereka hadapi lebih baik daripada siapa pun,” kata Jeon.
“Jika kita benar-benar menginginkan perdamaian yang berkelanjutan, kita harus memperpendek jarak antara realitas lokal dan pengambilan keputusan global. Dan langkah pertama adalah mendengarkan suara para perempuan yang menjalani realitas tersebut setiap hari," lanjutnya.
Jeon menambahkan IWPG akan terus mendorong agar berbagai rekomendasi perdamaian yang dirumuskan perempuan dari berbagai kawasan dapat disampaikan kepada komunitas internasional.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!