Persib Lolos ke Semifinal Usai Taklukkan DPMM FC 1-0 28 Jul 2026 Babak Pertama Persib Vs DPMM FC Berakhir Imbang Tanpa Gol 28 Jul 2026 Wenni Wijayanti Nilai MotivAction Kuatkan Fondasi Seorang Mukmin 28 Jul 2026 Kader Posyandu dan RT/RW Perkuat Program Homecare Jember 28 Jul 2026 Tabrakan dengan Colt Bogoran, Pengendara Motor Tewas di Sukabumi 28 Jul 2026 Test Drive Mobil Listrik GAC di GIIAS 2026, Berpeluang Bawa Pulang AION Y Plus 28 Jul 2026 Indonesia Tempel Singapura di Grup A, Peluang Lolos ASEAN Hyundai Cup 2026 Masih Terbuka Lebar 28 Jul 2026 Singapura Sempurna, Gavin Lee Minta Timnya Nikmati Tekanan Jelang Hadapi Vietnam 28 Jul 2026 Delapan Dosen UM Bandung Masuk Panitia Festival Al Jabbar 2026 28 Jul 2026 IA ISBI Bandung Bahas Penguatan Konsep Kolaborasi untuk Festival Al Jabar 28 Jul 2026 Persib Lolos ke Semifinal Usai Taklukkan DPMM FC 1-0 28 Jul 2026 Babak Pertama Persib Vs DPMM FC Berakhir Imbang Tanpa Gol 28 Jul 2026 Wenni Wijayanti Nilai MotivAction Kuatkan Fondasi Seorang Mukmin 28 Jul 2026 Kader Posyandu dan RT/RW Perkuat Program Homecare Jember 28 Jul 2026 Tabrakan dengan Colt Bogoran, Pengendara Motor Tewas di Sukabumi 28 Jul 2026 Test Drive Mobil Listrik GAC di GIIAS 2026, Berpeluang Bawa Pulang AION Y Plus 28 Jul 2026 Indonesia Tempel Singapura di Grup A, Peluang Lolos ASEAN Hyundai Cup 2026 Masih Terbuka Lebar 28 Jul 2026 Singapura Sempurna, Gavin Lee Minta Timnya Nikmati Tekanan Jelang Hadapi Vietnam 28 Jul 2026 Delapan Dosen UM Bandung Masuk Panitia Festival Al Jabbar 2026 28 Jul 2026 IA ISBI Bandung Bahas Penguatan Konsep Kolaborasi untuk Festival Al Jabar 28 Jul 2026

IWPG Bahas Peran Perempuan Wujudkan Perdamaian Berkelanjutan di Asia-Pasifik

Desi Rossilawati
Selasa, 28 Juli 2026 | 13:17 WIB
Bagikan
IWPG Bahas Peran Perempuan Wujudkan Perdamaian Berkelanjutan di Asia-Pasifik

International Women's Peace Group (IWPG) menyelenggarakan Global Women's Peace Forum secara daring selama dua hari mulai (20/7/2026)./visi.news/ist.

Kanakagiri Yashaswini dari India menjelaskan pentingnya meditasi dan pengelolaan emosi dalam membangun perdamaian jangka panjang.

"Kesejahteraan mental adalah infrastruktur perdamaian," katanya.

Pendiri sekaligus CEO Uniting Circle Multicultural Community Centre, Mujgan Tahery, membagikan pengalamannya sebagai pengungsi Afghanistan. Ia menekankan bahwa perempuan pengungsi dan migran perlu diakui sebagai bagian dari pemimpin pembangunan perdamaian.

"Perempuan bukan hanya sekadar penyintas. Perempuan adalah pembangun perdamaian," katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Kathleen Thein dari Myanmar menekankan pentingnya menghubungkan suara perempuan di tingkat komunitas dengan agenda perdamaian internasional.

Sementara itu, Dosen dan Peneliti La Trobe University, Dr. Huong Nguyen, mengangkat berbagai hambatan struktural yang dihadapi perempuan migran, seperti tidak diakuinya kualifikasi dari luar negeri dan ketimpangan tanggung jawab pengasuhan.

"Perdamaian dimulai ketika orang merasa memiliki tempat," katanya.

Dari Indonesia, Suraiya Kamaruzzaman memaparkan pengalaman Aceh sebagai wilayah yang pernah mengalami konflik berkepanjangan dan bencana tsunami 2004. Ia mengusulkan penguatan ketahanan komunitas melalui pemberian kewenangan yang lebih besar kepada perempuan dalam pengelolaan anggaran serta pengambilan keputusan terkait kesiapsiagaan dan penanganan bencana.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.