VISI | Isra Mi’raj: Membangun Karakter Lewat Iman dan Teladan
- ”Isra Mi’raj bukan sekadar peristiwa spiritual, tetapi media pendidikan karakter yang menanamkan iman, disiplin, keteladanan, dan akhlak mulia sejak awal pembelajaran.”
Oleh A. Rusdiana
- Guru Besar UIN Sunan Gunung Djati Bandung
- Dewan Pembina PERMAPEDIS Jawa Barat
- Dewan Pakar Perkumpulan Wagi Galuh Puseur.
- Pendiri dan Pembina Yayasan Sosial Dana Pendidikan Al-Mishbah Cipadung Bandung
- Yayasan Pengembangan Swadaya Mayarakat Tresna Bhakti Cinyasag Panawangan
MOMENTUM peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad ﷺ yang bertepatan dengan dimulainya pembelajaran madrasah Tahun Pelajaran 2025/2026 menghadirkan ruang refleksi yang sangat strategis bagi dunia pendidikan Islam di Indonesia. Kalender Pendidikan Kementerian Agama menetapkan 5 Januari 2026 sebagai awal masuk madrasah, disusul pembukaan sekolah umum pada 12 Januari 2026. Fase ini bukan sekadar transisi administratif, melainkan juga momentum spiritual dan pedagogis untuk menata kembali orientasi pendidikan, khususnya pendidikan karakter.
Dalam konteks teori pendidikan konfesional, pendidikan dipahami sebagai proses pembentukan kepribadian peserta didik berdasarkan nilai-nilai keimanan. Pendidikan tidak berhenti pada penguasaan pengetahuan dan keterampilan, tetapi menumbuhkan manusia yang memiliki iman, akhlak, dan tanggung jawab moral. Dari sudut pandang ini, Isra Mi’raj bukan hanya peristiwa historis-teologis, melainkan media pendidikan karakter yang kaya nilai dan relevan lintas zaman.
Al-Qur’an menegaskan peristiwa ini dalam firman Allah, “Maha Suci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam…” (QS. Al-Isra’: 1). Ayat ini menegaskan bahwa Isra Mi’raj adalah pengalaman pendidikan ilahiah yang sarat makna pembentukan karakter Rasulullah ﷺ sebagai teladan umat:
Pertama, menanamkan nilai ketaatan dan keteguhan hati. Perjalanan Isra Mi’raj memperlihatkan ketaatan mutlak Nabi Muhammad ﷺ terhadap perintah Allah SWT, meskipun melampaui batas nalar manusia. Keteguhan ini menjadi teladan karakter utama bagi generasi muda. Dalam pendidikan, nilai ini diterjemahkan menjadi sikap disiplin, kepatuhan terhadap aturan, serta konsistensi dalam memperjuangkan kebaikan. Al-Qur’an menegaskan, “Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang sabar” (QS. Ali Imran: 146).
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!