ISNU Jabar Dorong Penguatan Moderasi Beragama dan Peran Intelektual NU di Hari Santri 2025
"Dan ISNU memiliki visi menjadi organisasi intelektual yang kuat, bermartabat, dan profesional untuk mewujudkan masyarakat yang berdaya, sejahtera, dan berlandaskan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama‘ah. Dalam konteks itu, ISNU memegang tanggung jawab moral untuk terus meneguhkan empat prinsip moderasi beragama tawassuth (jalan tengah), tasamuh (toleransi), tawazun (keseimbangan), dan i‘tidal (keadilan)," imbuhnya.
Dalam sesi kuliah umum, Ulfiah juga menegaskan bahwa moderasi beragama bukan sekadar wacana, melainkan jalan hidup umat Islam Indonesia. Melalui pendidikan, riset, dan kerja sosial, ISNU terus berupaya menanamkan nilai-nilai Aswaja agar harmoni sosial tetap terjaga.
“Moderasi beragama bukanlah sekadar wacana, tapi merupakan jalan hidup umat Islam Indonesia. Melalui pendidikan, riset, dan kerja sosial, kami (ISNU JAWA BARAT) terus berupaya menanamkan penguatan nilai-nilai Aswaja di tengah masyarakat agar harmoni sosial tetap terjaga,” ujarnya.
Adapun narasumber selain Ulfiah, di acara kuliah umum yang menghadirkan dua narasumber lain, yakni: Miftahul Huda, (Initiative of Change Indonesia) dan Nyai Hindun Annisah, Anggota DPR RI Komisi IV. Ketiga narasumber ini menyoroti pentingnya penguatan peran santri dan perempuan didalam mewujudkan masyarakat yang adil, setara, dan moderat.
Moderator kegiatan kuliah umum, Neng Hannah, yang juga sekaligus pengurus PW ISNU Jawa Barat dan sebagai dosen aktif di UIN SGD Bandung, ia memandu jalannya diskusi yang berlangsung interaktif dan inspiratif.
Dalam sesi tanya jawab, muncul berbagai pandangan dari peserta tentang bagaimana strategi menghadirkan moderasi di ruang pendidikan, politik, dan keluarga.
Kegiatan ini sekaligus menandai dan menegaskan atas peran strategis PW ISNU Jawa Barat sebagai jembatan antara para intelektual di kampus dengan masyarakat.
Sebagian besar pengurus Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Jawa Barat juga merupakan akademisi di UIN Sunan Gunung Djati Bandung yang aktif mengembangkan kajian keislaman, sosial, dan gender.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!